Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kota Mataram
Kasus HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus meningkat. Hingga 2025, Dinas Kesehatan NTB mencatat total temuan sudah mencapai 4.000 kasus, dengan penularan yang kini merambah berbagai usia dan profesi, termasuk pelajar.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, menjelaskan, secara akumulasi, kasus HIV/AIDS di NTB sudah mencapai 4000.
“Dari jumlah itu, sekitar 80 persen sudah mendapatkan penanganan melalui fasilitas kesehatan,” kata dia.
Ia menegaskan, penting bagi masyarakat yang merasa berisiko atau mengalami gejala untuk segera memeriksakan diri.
“Silakan datang ke puskesmas atau rumah sakit. Semua fasilitas kini menyediakan obat antiretroviral (ARV). Semakin cepat ditangani, peluang pasien hidup sehat semakin tinggi,” ujarnya.
Untuk memutus rantai penularan, petugas kesehatan melakukan tracing secara humanis, menelusuri riwayat kontak erat, termasuk bagi mereka yang telah memiliki pasangan.
Upaya pencegahan terus digalakkan melalui sosialisasi perilaku sehat, antara lain menghindari hubungan seksual berisiko, memakai pengaman, dan tidak menggunakan jarum suntik bekas. Pemeriksaan dini juga dianjurkan bagi yang merasa berisiko tinggi.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk menjaga perilaku sehat, menggunakan pengaman, tidak memakai alat suntik bekas, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala,” ucapnya.
Data terbaru menunjukkan Kota Mataram menjadi wilayah dengan temuan kasus tertinggi, diikuti sembilan kabupaten/kota lainnya di NTB.
Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk waspada, sekaligus memaksimalkan program pengobatan dan pencegahan HIV/AIDS di seluruh provinsi.
Editor: Redaksi TVRINews
