
Penulis: Rian Korengkeng
TVRINews – Manado
Gubernur Pimpin Apel Operasi Ketupat Samrat 2026 Guna Pastikan Keamanan Idulfitri
Otoritas keamanan di Sulawesi Utara resmi memulai operasi pengamanan terpadu guna mengawal kelancaran arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Sebanyak 623 personel gabungan Polri disiagakan dalam operasi bersandi "Ketupat Samrat 2026" yang mencakup pengamanan jalur darat, laut, hingga udara.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memimpin langsung apel gelar pasukan di Lapangan Mapolda Sulut. Dalam agenda tersebut, Gubernur didampingi oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, serta Danlantamal VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi.
Langkah preventif ini tidak hanya melibatkan kepolisian, tetapi juga sinergi lintas sektoral bersama TNI, BMKG, Basarnas, Satpol PP, hingga unsur pemerintah daerah dan elemen masyarakat sipil.
Strategi Pengamanan dan Infrastruktur Pelayanan….
Guna mengantisipasi lonjakan mobilitas warga, Polda Sulut telah memetakan titik-titik krusial di seluruh wilayah hukum Sulawesi Utara. Sebanyak 80 pos strategis telah didirikan yang terbagi menjadi tiga fungsi utama:
• 48 Pos Pengamanan: Difokuskan pada titik-titik rawan kriminalitas dan kemacetan.
• 18 Pos Pelayanan: Disiapkan untuk memenuhi kebutuhan darurat dan asistensi bagi para pemudik.
• 14 Pos Terpadu: Berfungsi sebagai pusat komando dan koordinasi antarinstansi di lapangan.
Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Harry Langie, menegaskan bahwa fokus utama operasi ini adalah menjamin kenyamanan masyarakat selama masa libur panjang.
"Intinya kita memberikan pelayanan supaya mudik aman dan keluarga bahagia. Itu hal utama arahan Bapak Kapolri. Ini juga merupakan operasi terpusat secara terpadu," ujar Irjen Pol Roycke Harryyang dikutip Juamat 13 maret 2026.
Cakupan dan Durasi Operasi….
Berdasarkan laporan TVRINews, Operasi Ketupat Samrat 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Selain mengamankan jalur transportasi, petugas juga dikerahkan untuk menjaga pusat perbelanjaan yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung.
Fokus pengamanan juga mencakup pengawasan area pemukiman warga guna mencegah tindak kriminalitas pada rumah-rumah yang ditinggalkan kosong oleh pemudik.
Implementasi strategi ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas serta memberikan rasa aman secara menyeluruh bagi masyarakat di Sulawesi Utara selama momentum hari raya.
Editor: Redaktur TVRINews
