Penulis: Andi Husain
TVRINews, Bali
Harga beras di pasaran masih tinggi terutama beras premium dan beras medium khususnya di wilayah Karangasem Provinsi Bali. Beras bulog pun kini paling banyak diburu warga karena harganya terjangkau. Bahkan, jatah satu ton beras bulog habis dalam sehari.
Sejumlah agen dan toko beras di Kabupaten Karangasem menyebutkan jika kenaikan harga beras sudah tidak terkendali. Kenaikkan harga hampir terjadi setiap hari untuk seluruh jenis beras terutama beras premium. Ditingkat agen dan toko beras, harga beras premium dari sebelumnya 350 ribu rupiah untuk kemasan 25 kilogram, kini naik menjadi 375 ribu rupiah atau 14 ribu rupiah per kilogram. Kendati mahal, pasokan beras premium paling lancar.
Sementara, harga beras medium sebelumnya 325 ribu rupiah per kemasan 25 kilogram dan kini naik menjadi 340 ribu rupiah. Namun sayangnya, pasokan beras medium ini berkurang. Ditengah melambungnya harga beras di pasaran, beras bulog paling banyak diburu warga karena harganya yang lebih terjangkau. Untuk satu toko atau agen beras, hanya mendapatkan jatah satu ton beras bulog perminggu, dan beras tersbeut habis dalam sehari.
“Harga berasnya sekarang mengalami kenaikan, udah dua minggu lebih naik. Yang paling keras naiknya beras beras premium, per karung tiap hari naik. Lagi seratus, seratus, yang paling mahal beras yang saya jual di sini 375 ribu. Kalo untuk beras bulognya dikasi jatah, satu minggunya itu cuma dapet satu ton aja dan satu hari itu dah abis.” Ungkap Ayu Kerti pemilik agen beras, Jumat, 2 Februari 2024.
Sementara, di tingkat pedagang warung dan pasar, harga beras premium bahkan dijual 16 ribu rupiah perkilogram dan harga beras medium 15 ribu rupiah perkilogram. Sementara, untuk beras bulog baik di tingkat agen maupun pedagang sembako di pasar tradisional rata-rata dijual 54 ribu rupiah untuk kemasan 5 kilogram.
Editor: Redaktur TVRINews
