Penulis: Hari Sukemi
TVRINews, Jombang
Menjadi tamu Allah di tanah suci menunaikan ibadah rukun Islam ke-lima menjadi dambaan setiap umat Islam. Salah satunya seperti yang dilakukan Calon Jamaah Haji (CJH) tertua asal Kabupaten Jombang, seorang nenek berusia 95 tahun.
Sang nenek tersebut bisa berangkat ibadah haji tahun ini dari usaha menabung selama puluhan tahun sebagai tukang pijat bayi
Nenek Solati biasanya disebut. Janda lansia berusia 95 tahun ini tercatat sebagai Calon Jamaah Haji (CJH) tertua dari Kabupaten Jombang.
Baca Juga: Bacapres Prabowo Subianto Berkunjung ke Ponpes Tebuireng Jombang
Ia merupakan warga Dusun Garut, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno Jombang ini lahir pada tanggal 1 Agustus 1928 silam. Nenek empat anak ini hanyalah seorang tukang pijat bayi dan buruh tani. Sehari-hari janda tua ini memijat para pelanggan di rumahnya yang sederhana.
Menjelang keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Jombang, Nenek Solati begitu antusias. Ia sudah melakukan sejumlah persiapan untuk keberangkatan haji pada kloter dua bulan Juni nanti.
Nenek Solati mendaftarkan diri sebagai CJH pada tahun 2018. Biaya haji yang digunakan adalah hasil dari jerih payah sebagai tukang pijat bayi dan buruh tani yang sedikit demi sedikit disisikan untuk ditabung. Setiap melayani pelanggan, Nenek Solati tidak pernah mematok tarif.
Di rumah sederhana ini, ia tinggal sendiri. Namun sewaktu-waktu ditemani oleh Tiami (54 tahun), anak ketiganya. Nenek Solati ingin menunaikan rukun Islam yang ke-lima sejak tahun 1990-an. Hebatnya, dari hasil menabung Nenek Solati mampu menunaikan ibadah Umroh pada tahun 2020 dan ibadah haji pada tahun ini.
Menurut data dari Kemenag Jombang, Nenek Solati merupakan CJH tertua di Kabupaten Jombang dan berangkat pada kloter kedua. Meskipun buta huruf dan tidak bisa berbahasa Indonesia, kondisi fisik Nenek Solati dinilai sehat dan kuat untuk menunaikan ibadah haji pada tahun ini.
Baca Juga: Patung Ganesha Diduga Jatuh ke Kawah Bromo Akibat Angin Kencang
Editor: Redaktur TVRINews
