
Penulis: Kristiono
TVRINews, Sidoarjo
Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama ratusan petani serta nelayan di Kabupaten Sidoarjo. Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi disampaikan, mulai dari kebutuhan bibit pertanian hingga dampak lumpur Lapindo terhadap hasil tangkapan nelayan.
Bambang Haryo Soekartono atau BHS menegaskan, seluruh masukan dari petani dan nelayan akan dibawa ke rapat-rapat Paripurna DPR RI sebagai bahan perjuangan kebijakan di tingkat pusat.
“Ini dalam rangka silaturahmi dan buka bersama dengan bapak-bapak, ibu-ibu nelayan dan petani. Alhamdulillah begitu banyak aspirasi yang kita terima, dan ini akan kita bawa ke rapat-rapat Paripurna sebagai bahan masukan agar petani dan nelayan di Sidoarjo bisa betul-betul sejahtera,” ujar BHS, Rabu 4 Maret 2026.
Ia menyebut, lahan produktif di Sidoarjo masih cukup luas, sekitar 18 ribu hektare, sehingga harus dioptimalkan dengan dukungan penuh pemerintah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penyediaan bibit dan penanganan hama.
“Kemarin sudah saya sampaikan ke Pak Dirjen, bibit harus 100 persen dari pemerintah. Hama itu bukan tugas petani lagi, itu tugas pemerintah. Membasmi tikus, burung, dan sebagainya agar petani fokus menanam dan panen dengan baik. Kita harapkan bisa tiga kali panen dalam setahun,” tegasnya.
Selain sektor pertanian, BHS juga menyoroti keluhan nelayan terkait dampak lumpur Lapindo yang dinilai memengaruhi kualitas perairan dan hasil tangkapan, terutama komoditas kerang.
“Sekarang lumpur Lapindo yang keluar berupa lumpur, bukan air, sehingga mengotori lingkungan nelayan. Kalau memang itu mengandung racun atau mengganggu, harus dihentikan. Harus dilakukan penyaringan agar yang keluar benar-benar air, bukan lumpur,” katanya.
Menurutnya, sedimentasi dan kemungkinan kandungan zat berbahaya akan diperiksa secara menyeluruh. Jika terbukti merugikan nelayan, ia meminta langkah tegas agar aliran lumpur tidak langsung masuk ke sungai dan laut.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Gatot, salah satu petani yang hadir. Ia menilai forum silaturahmi seperti ini membuka ruang dialog langsung antara petani dan wakil rakyat.
“Alhamdulillah, ini kegiatan yang sangat positif. Petani bisa lebih dekat dan menyampaikan keluhan-keluhan kepada beliau. Atas kinerja beliau, pupuk sekarang harganya lebih baik dan hasil pertanian lebih maksimal,” ujar Gatot.
Hal senada disampaikan Misbah, perwakilan nelayan. Ia mengapresiasi kepedulian BHS terhadap persoalan yang dihadapi nelayan, mulai dari distribusi BBM hingga penertiban nelayan ilegal.
“Beliau selalu peduli dengan nelayan. Mulai dari kesulitan BBM sampai pemberantasan nelayan ilegal. Nelayan di Desa Gisik Cemandi merasa nyaman dan aman karena dipedulikan,” kata Misbah.
Melalui pertemuan tersebut, BHS berharap kesejahteraan petani dan nelayan Sidoarjo dapat terus meningkat melalui kebijakan konkret dan pengawasan berkelanjutan di tingkat nasional.
Editor: Redaktur TVRINews
