Penulis: Ambika
TVRINews, Lombok Tengah-NTB
Seorang pengrajin anyaman pandan asal Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Warni Hidayati, mengungkapkan usaha kerajinan yang dijalaninya mampu mendatangkan penghasilan lebih dari Rp7 juta per bulan. Selain itu, ia juga berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
"Dengan usaha ini, saya bisa mempekerjakan warga di sekitar rumah, sekaligus membantu perekonomian mereka," ujar Warni, Kamis, 17 Oktober 2024.
Produk anyaman yang dihasilkannya, seperti kotak tisu, tas, dan berbagai bentuk lainnya, cukup diminati masyarakat karena harganya terjangkau serta memiliki ciri khas tersendiri. Untuk tas berukuran sedang, harga jualnya sekitar Rp35.000, sedangkan tas berukuran besar dijual seharga Rp60.000, dan kotak tisu dibanderol dengan harga Rp30.000.
Meski produk anyaman pandan memiliki daya tarik, Warni mengeluhkan kesulitan mendapatkan daun pandan sebagai bahan baku.
“Di Lombok Tengah, hanya ada satu daerah penghasil daun pandan, yakni di Pringgerate. Bahan baku lang ini menghambat proses produksi kami,” tambah Warni.
Sementara itu Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah, Baiq Yuliana, membenarkan kelangkaan bahan baku tersebut.
“Saya harap masyarakat yang dulu sempat membudidayakan pandan dapat kembali menjalankan usaha tersebut, mengingat potensi ekonomi dari kerajinan ini sangat menjanjikan,” kata Baiq Yuliana.
Meskipun bahan baku terbatas, pihaknya tetap memberikan pelatihan serta edukasi kepada para pengrajin.
"Kami ingin para pengrajin tetap produktif, meskipun bahan dasarnya berbeda, sehingga keterampilan yang ada tidak sia-sia," tutup Yuliana.
Editor: Redaktur TVRINews
