
Penulis: Kholif Huda Arrasyid
TVRINews, Tanjungpinang
Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan distribusi solar subsidi di wilayahnya berjalan terkendali. Tidak terjadi antrean panjang di SPBU, dan harga solar subsidi tetap sesuai ketentuan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany, menjelaskan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan ketat terhadap penyaluran solar subsidi. Hal ini disampaikannya saat kegiatan operasi pasar murah Ramadan di Tanjungpinang, Selasa (8/2/2026).
“Sejauh ini kondisi distribusi solar subsidi di Tanjungpinang masih terkendali. Tidak ada antrean panjang, dan harga tetap sesuai ketentuan,” ujar Riany.
Ia menambahkan, sistem penyaluran solar subsidi kini menggunakan aplikasi digital sehingga pengawasan menjadi lebih terkontrol. Setiap bulan, pihaknya juga melakukan rekonsiliasi dengan lima SPBU di Tanjungpinang yang menjual solar subsidi untuk memastikan ketersediaan dan mengidentifikasi kendala di lapangan.
“Koordinasi tidak hanya dilakukan dengan SPBU, tetapi juga dengan Pertamina, untuk memastikan ketersediaan dan pelayanan solar subsidi tetap optimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Terkait kuota, Riany mengakui jumlah subsidi tahun ini lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Namun, akan diterapkan skema subsidi silang, sehingga suplai dapat dialihkan ke daerah yang membutuhkan lebih banyak. Kebijakan ini menjadi kewenangan gubernur dan akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah terkait.
Berdasarkan informasi dari website resmi Pertamina, harga biosolar subsidi di wilayah Kepulauan Riau saat ini masih Rp6.800 per liter.
Pemerintah Kota Tanjungpinang menegaskan akan terus memantau distribusi solar subsidi agar tetap tepat sasaran, stabil, dan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews
