
Penulis: Mubarak
TVRINews, Banjarbaru
Harga telur ayam di pasaran kembali melambung hingga mencapai Rp32 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat ratusan warga berbondong-bondong mendatangi gerakan pangan murah di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Warga rela mengantre demi mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasaran. Tingginya permintaan membuat 800 kilogram telur dan 150 kilogram daging ayam ludes dalam waktu kurang dari satu jam.
Salah seorang warga, Siska Thomas, mengatakan harga telur ayam ras di pasar telah menembus Rp32 ribu per kilogram. Ia langsung datang setelah mendapat informasi adanya penjualan dengan harga lebih murah.
“Baru dapat telur, yang lain belum melihat harganya. Harganya sangat membantu, karena di pasar sekitar Rp31 ribu, di sini hanya Rp24 ribu per kilogram. Ini sangat menguntungkan bagi rumah tangga, apalagi sekarang harga kebutuhan serba mahal,” ujar Siska kepada tvrinews.com, Sabtu, 18 April 2026.
Senada dengan Siska, warga lainnya, Nor Aida, mengaku hanya membeli telur karena harganya di pasar cukup tinggi.
“Dapat harga Rp24 ribu per kilogram, lebih murah Rp8 ribu. Harapannya ke depan kegiatan seperti ini bisa lebih sering dan lebih banyak lagi,” ucapnya.
Gerakan pangan murah ini dilaksanakan selama tiga hari dengan komoditas yang dijual berbeda setiap harinya, mulai dari hasil peternakan, pertanian, perkebunan, hingga perikanan.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah kenaikan harga bahan pokok.
Editor: Redaktur TVRINews
