
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua
Penulis: Rona Fajar
TVRINews, Kolaka
Semangat menempuh pendidikan dihadapkan pada tantangan berat bagi sejumlah siswa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Demi bisa sampai ke sekolah, mereka harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai yang berarus deras setiap hari.
Kondisi ini dialami siswa SMP Negeri 5 Watubangga yang tinggal di Desa Mataosu, Kecamatan Watubangga. Sungai yang menjadi penghubung antara wilayah Kolaka dan Bombana tersebut memiliki arus yang tidak menentu, sehingga membahayakan keselamatan para pelajar.

Saat debit air dalam kondisi normal, siswa masih berani menyeberang dengan berjalan kaki. Namun, ketika hujan turun dan air meluap, mereka terpaksa mengurungkan niat untuk berangkat ke sekolah karena tingginya risiko.
Sebagai alternatif, warga setempat menyediakan pincara atau rakit untuk membantu penyeberangan. Namun, siswa harus membayar Rp20 ribu untuk sekali menyeberang, yang menjadi beban tambahan bagi sebagian keluarga.
Kondisi ini mencerminkan masih adanya kesenjangan infrastruktur di daerah terpencil. Akses pendidikan yang seharusnya menjadi hak dasar justru terhambat akibat belum tersedianya jembatan penghubung yang aman dan layak.
Situasi tersebut menjadi sorotan publik setelah video seorang siswa yang menyampaikan harapan kepada pemerintah viral di media sosial.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menyatakan akan segera turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi di lapangan.

"Saya akan turun langsung untuk meninjau kondisi jembatan tersebut. Ini sudah menjadi kewajiban pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi. Diperlukan kolaborasi semua pihak untuk mencari solusi terbaik agar akses masyarakat, khususnya siswa, dapat terpenuhi dengan aman dan layak," ujarnya, Rabu 8 April 2026.
Pembangunan jembatan dinilai menjadi kebutuhan mendesak sebagai solusi jangka panjang. Kehadirannya diharapkan dapat memastikan para siswa bisa mengakses pendidikan tanpa harus menghadapi risiko keselamatan setiap harinya.
Editor: Redaksi TVRINews
