
Penulis: Sela Agustika
TVRINews - Bangka Tengah
Aktivitas jual beli di Pasar Modern Koba, Bangka Tengah, belum sepenuhnya kembali normal setelah libur Hari Raya Idulfitri. Sejumlah lapak pedagang ikan masih terlihat kosong dan belum beroperasi seperti hari biasa.
Kondisi ini dipicu oleh terbatasnya pasokan ikan yang masuk ke pasar. Selain itu, faktor cuaca yang belum stabil turut memengaruhi aktivitas nelayan, sehingga mereka belum bisa melaut secara optimal. Dampaknya, distribusi hasil tangkapan laut ke pasar menjadi tersendat.
Keterbatasan stok tersebut berimbas langsung pada kenaikan harga sejumlah komoditas laut. Beberapa jenis ikan dan hasil laut lainnya mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.
Ikan manyong kini dijual sekitar Rp60.000 per kilogram dari harga normal di bawah Rp50.000. Sementara itu, harga cumi-cumi mencapai Rp110.000 per kilogram dan udang menyentuh Rp130.000 per kilogram.
Salah satu pedagang ikan di Pasar Modern Koba, Zainul, menyebut kenaikan harga seperti ini sudah menjadi hal yang umum terjadi setelah Lebaran, terutama ketika stok masih terbatas.

“Kalau di Bangka Tengah ini stok ikannya agak kurang, nelayannya belum melaut. Harganya lumayan mahal, seperti Manyong dan Tongkol. Harga normal Manyong sekitar Rp50.000, sekarang di kisaran Rp60.000-an,” jelas Zainul.
Ia juga memperkirakan kondisi ini belum akan berubah dalam waktu dekat. Ketersediaan pasokan ikan diprediksi masih terbatas hingga sekitar satu bulan ke depan, tergantung pada kondisi cuaca dan intensitas nelayan kembali melaut.
Baik pedagang maupun masyarakat berharap cuaca segera membaik agar aktivitas penangkapan ikan kembali normal. Dengan begitu, pasokan di pasar dapat kembali melimpah dan harga jual menjadi lebih stabil.
Editor: Redaksi TVRINews
