Penulis: Ambika
TVRINews, Mataram
Upaya perlindungan anak dan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa Barat terus diperkuat melalui penguatan kebijakan desa, program pencegahan, serta intervensi kesehatan anak yang melibatkan berbagai pihak. Langkah ini difokuskan untuk menciptakan lingkungan aman bagi anak sekaligus menekan persoalan gizi kronis yang berdampak pada kualitas generasi muda.
Salah satu pendekatan yang dijalankan adalah penguatan Peraturan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di sejumlah desa. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menilai kebijakan tersebut sebagai model kolaborasi yang sistematis dan berkelanjutan karena perlindungan anak dibangun hingga level desa.
“Ini adalah upaya pemantik, sistematis, terintegrasi, terlembagakan dan memastikan keberlanjutan yang dilakukan dalam memperkuat perlindungan anak hingga ke level desa. Ini adalah kunci untuk memutus rantai perkawinan anak dan memastikan masa depan generasi NTB yang lebih cerah,” ujar Lalu Muhammad Iqbal, Kamis, 29 Januari 2026.
Penguatan perlindungan anak tersebut berjalan seiring dengan program percepatan penurunan stunting. Di wilayah lingkar tambang Kabupaten Sumbawa Barat, program intervensi gizi menjangkau 436 anak yang mengalami stunting, berat badan kurang, dan wasting. Hasil pendampingan menunjukkan 32 persen anak berhasil keluar dari kondisi stunting, dengan peningkatan berat badan normal mencapai 86 hingga 98 persen.
Pencegahan juga dilakukan sejak usia remaja melalui program Lingkar Remaja yang menyasar 426 siswa SMP dan SMA. Program ini memberikan edukasi kesehatan reproduksi serta pencegahan anemia, khususnya bagi remaja perempuan, sebagai langkah mencegah perkawinan dini dan memperkuat kesiapan kesehatan generasi muda.
Dalam mendukung upaya tersebut, PT Amman Mineral Nusa Tenggara terlibat melalui berbagai program sosial yang berfokus pada perlindungan anak dan kesehatan masyarakat. Vice President Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Priyo Pramono, menyampaikan komitmen perusahaan dalam memperkuat fondasi sosial masyarakat.
“Bagi kami, perlindungan anak adalah kunci utama tatanan bermasyarakat yang baik. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman di KSB, di mana tidak ada lagi anak yang kehilangan masa depannya karena perkawinan dini atau kekerasan,” kata Priyo Pramono.
Rangkaian upaya perlindungan anak dan penurunan stunting tersebut turut mendorong capaian Kabupaten Sumbawa Barat sebagai Kabupaten Layak Anak tingkat Madya pada 2025 serta menjadi daerah dengan angka stunting terendah di Provinsi NTB.
Atas kontribusi kolaboratif yang dijalankan bersama pemerintah daerah dan mitra pembangunan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara menerima penghargaan dari Gubernur NTB dalam Forum Inspirasi Daerah BERANI II yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun NTB.
Editor: Redaktur TVRINews
