
Penulis: Salmon
TVRINews, Kendari
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan pembangunan Stadion Lakidende pada tahun 2026. Anggaran yang sebelumnya disiapkan sebesar Rp77 miliar kini dialihkan untuk memperbaiki berbagai fasilitas olahraga yang dinilai lebih mendesak.
Keputusan ini diambil setelah proyek pembangunan stadion menghadapi hambatan dalam proses pembebasan lahan. Perbedaan nilai ganti rugi antara pemerintah dan pemilik lahan menjadi kendala utama yang membuat proyek tersebut tidak dapat dilanjutkan.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyampaikan bahwa langkah pengalihan anggaran dilakukan agar dana yang tersedia tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi para atlet di daerah.
”Sejumlah fasilitas yang akan direvitalisasi meliputi lapangan tenis, lapangan softball, kolam renang, driving range golf, hingga kantor KONI,” ungkapnya
Menurutnya, pembenahan fasilitas olahraga yang sudah ada dinilai lebih efektif untuk mendukung kegiatan pembinaan atlet dibandingkan memaksakan pembangunan baru yang masih terkendala.
Diketahui, proyek Stadion Lakidende sebelumnya telah menelan anggaran sekitar Rp44 miliar pada periode 2021 hingga 2022. Namun sejak awal 2023, pembangunan tidak lagi berjalan akibat persoalan lahan yang belum menemukan titik temu.
Saat ini, lokasi yang direncanakan sebagai area pembangunan stadion terlihat terbengkalai. Tanpa aktivitas pembangunan, kawasan tersebut kini dipenuhi vegetasi liar setelah hampir tiga tahun tidak tersentuh pengerjaan.
Pemerintah berharap, melalui revitalisasi fasilitas yang ada, kualitas sarana olahraga di Sulawesi Tenggara dapat meningkat dan memberikan dampak langsung bagi perkembangan atlet serta kegiatan olahraga masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
