
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Tegal
Staf Khusus Menko PMK Bidang Kerukunan Beragama, Ulun Nuha bergerak cepat menindaklanjuti bencana tanah bergerak dan longsor yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dengan meninjau langsung lokasi terdampak pada Jumat, 6 Februari 2026.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Menko PMK Pratikno, sekaligus respons cepat pemerintah terhadap peristiwa runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Adalah yang sempat viral pada Kamis 5 Februari 2026 menjelang tengah malam.
Pesantren tersebut merupakan satu dari 464 bangunan yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah yang telah terjadi sejak Senin, 2 Februari 2026.
Ulun Nuha menyampaikan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan pergerakan tanah masih aktif hingga Jumat, 6 Februari 2026.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam memastikan keselamatan masyarakat, khususnya para santri dan warga sekitar.
"Sejak muncul tanda-tanda awal pergeseran tanah, warga dan santri langsung dievakuasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun santri yang terluka. Kesiapsiagaan bencana di lapangan berjalan dengan baik dan harus terus diperkuat," ujar Ulun dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 9 Februari 2026.
Akibat bencana tersebut, sebanyak 590 keluarga atau 2.425 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah titik pengungsian, antara lain di Majelis Az Zikir, Dukuh Pengasinan, SDN 2 Padasari, Gedung Serbaguna Desa Penujah.
Khusus untuk santri, sebanyak 526 orang dipindahkan ke Pesantren Al-Adalah 2 yang berjarak sekitar 2,6 kilometer dari lokasi terdampak.
Kerusakan terparah terjadi di Pondok Pesantren Al-Adalah 1, dengan rincian 4 bangunan asrama, 10 ruang kelas, dan 1 perpustakaan mengalami ambruk. Pemerintah memastikan seluruh santri telah dievakuasi dengan aman sejak awal kejadian.
Dalam kesempatan tersebut, atas nama Menteri Koordinator PMK, Staf Khusus Menko PMK Ulun Nuha juga menyerahkan bantuan darurat dari BNPB berupa 200 paket sembako, 200 lembar selimut, 100 kasur lipat, dan 200 matras untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Ulun menambahkan bahwa masa tanggap darurat telah ditetapkan selama 14 hari hingga 16 Februari 2026. Selanjutnya, penyiapan hunian sementara serta perbaikan infrastruktur akan menunggu rekomendasi teknis dari Badan Geologi guna memastikan aspek keselamatan dan kelayakan wilayah.
Terkait rencana relokasi Pondok Pesantren Al-Adalah, Ulun mengungkapkan masih terdapat kendala ketersediaan lahan. Lokasi Pesantren Al Adalah 2 saat ini hanya memiliki lahan sekitar 5.000 meter persegi, sementara bangunan sebelumnya berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 3 hektare.
"Kemenko PMK akan terus mengoordinasikan langkah lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar penanganan darurat, pemulihan, hingga solusi jangka panjang dapat dilakukan secara terpadu, aman, dan berkelanjutan," tegas Ulun.
Editor: Redaksi TVRINews
