Penulis: Amiruddin
TVRINews, Parepare
Penyakit Demam Berdarah (DBD) di kota Parepare, Sulawesi selatan, mulai merebak hingga menyerang balita dan anak-anak.
Seperti yang terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare. Sebanyak enam pasien yang berusia anak-anak saat ini menjalani perawatan intensif karena positif Dbd. Mereka di rawat di ruang anggrek Rsud Andi Makkasau Parepare. Minggu, 14 Juli 2024.
Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Parepare, tercatat, jumlah kasus DBD pada januari 2024 terjadi 15 kasus, Februari 34 kasus, di bulan Maret turun 19 kasus. Namun dua bulan terakhir yakni April dan Mei terjadi peningkatan kasus.
Baca Juga: Kemenag Terima Apresiasi dari Kemenkes Arab Saudi atas Layanan Kesehatan Haji
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) kota Parepare, Rahmawaty menyebutkan peningkatan kasus ini dipicu karena telah memasuki musim pancaroba.
“Untuk kasus DBD di bulan Januari 2024 itu ada sebanyak 15 kasus tapi semua sembuh, untuk di bulan Februari ada 34 kasus ini tersebar semua kecamatan dan semuanya sembuh. Di bulan Maret 19 kasus, di bulan April 35 kasus kemudian di bulan Mei ada 52 kasus. Di bulan Mei inikan musim pancaroba hujan, panas. Sementara di bulan Juni 32 kasus, jadi mereka dirawat ini di beberapa rumah sakit di kota Parepare,” terangnya.
Menyikapi tingginya kasus DBD terjadi di kota Parepare, pihak Dinkes pun melakukan penyelidikan epidemiologi sebagai langkah penanganan DBD.
“Jadi adapun bentuk penanganan kami, setiap ada laporan penderita DBD dari rumah sakit kita akan turun melakukan penyelidikan epidemiologi,” kata Rahmawaty.
“Jadi setelah kita melakukan penyelidikan dan memenuhi itu kalau memang memenuhi syarat untuk dilakukan fogging maka kita lakukan fogging, tapi kalau memang tidak memenuhi syarat itu diharapkan masyarakat dan lurah untuk melakukan kegiatan bersih-bersih,” pungkasnya.
Baca Juga: Sekolah Gratis, Kesehatan Gratis dan Pemakaman Gratis, Janji Yonas Salen dan Alo Sukardan
Sementara Kabid Infokom RSUD Andi Makkasau Parepare, Martha Iskandar, yang dikonfirmasi menyebutkan, hingga saat ini pihaknya merawat enam pasien positif DBD.
“Sampai saat ini kami telah merawat enam, yang sementara dirawat sekarang. Dan rata-rata pasien anak-anak yang semua itu positif. Usianya itu ada yang balita juga anak-anak yang usianya 11 tahun. Dan belum ada penambahan pasien,” sebutnya.
Sejumlah pasien positif dbd kini dirawat di beberapa rumah sakit di kota Parepare. Berdasarkan laporan Dinkes Parepare, hingga saat ini belum ada pasien DBD meninggal dunia.
Editor: Redaktur TVRINews
