
Penulis: Dina
TVRINews, Kab Banjar
Kabupaten Banjar menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir terparah di Kalimantan Selatan setelah Kabupaten Balangan. Berdasarkan data terkini, sebanyak sembilan kecamatan terdampak banjir yang mencakup 118 desa atau kelurahan, dengan total warga terdampak mencapai lebih dari 140 ribu jiwa.
Dari jumlah tersebut, Kecamatan Martapura tercatat memiliki 13 desa terdampak dengan total jiwa sebanyak kurang lebih 18 ribu orang. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa meski air mulai menunjukkan tren surut, sebagian permukiman warga masih terendam banjir dengan ketinggian sekitar 50 centimeter.
Camat Martapura Barat, Ahmad Rabani, mengungkapkan bahwa kondisi ini memaksa sebagian warga untuk tetap bertahan di pengungsian yang disediakan pemerintah maupun di rumah kerabat. Sementara itu, warga yang memilih bertahan di rumah mulai mendirikan apar-apar atau panggung darurat, baik di dalam maupun di luar rumah.
Banjir ini juga berdampak signifikan terhadap sektor ekonomi masyarakat, mengingat sebagian besar penduduk di wilayah tersebut menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
“Kalau kita berbicara dampak memang luar biasa dari segi pertanian kemudian perikanan karena masyarakat profesinya bertani jadi mereka tidak bisa beraktivitas tapi alhamdulillah ini belum musim panen dan sebagainya,” jelas Ahmad pada Kamis, 15 Januari 2026.
Selain melumpuhkan aktivitas ekonomi, bencana banjir juga mulai memicu gangguan kesehatan di tengah masyarakat. Tidak sedikit warga yang mulai mengeluhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal dan kutu air, serta gejala demam hingga nyeri sendi akibat kondisi lingkungan yang buruk dan kurangnya waktu istirahat.
Editor: Redaktur TVRINews
