Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Probolinggo
Pemandangan tampak di sepanjang jalan di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo pada musim kemarau ini hampir di setiap rumah dipenuhi biji kopi. Warga di Lereng Gunung Lemongan terlihat sibuk menjemur kopi di bawah terik matahari.
Panen Raya ini dilakukan petani kopi setelah sebelumnya dilanda musim hujan berkepanjangan. Mereka berhasil melakukan panen raya hingga jumlah komoditas kopi turus kian melimpah.
Ada beberapa jenis kopi yang menjadi primadona para petani di dataran tinggi Tiris ini diantaranya kopi Robusta yang juga diekspor hingga keluar negeri selain kopi Arabika.
Selain dua jenis kopi ini, kopi liberika atau warga setempat menyebut kopi nangka juga menjadi primadona karena memiliki aroma khas seperti buah nangka.
Natsir, Petani kopi nangka menyebutkan selama musim hujan berkepanjangan mereka gencar mengolah tanaman kopi mulai dari pemupukan hingga menyebarluaskan tanaman kopi dengan menambah luas lahan.
"Ya setelah dilanda musim hujan berkepanjangan kini panen kopi tiris berlimpah.. Alhamdulilah tidak tanggung-tanggung dalam sekali panen petani setempat bisa memetik hingga tiga ton biji kopi," kata Natsir.
Meski harga jualnya sedikit menurun namun resiko tersebut bisa tertutupi dengan banyaknya produksi kopi Robusta saat ini.
Kecamatan Tiris yang berada di Lereng Gunung Lemongan, Kabupaten Probolinggo memang dikenal sebagai penghasil kopi terbesar di Kabupaten Probolinggo. Luas lahan kopi mencapai 40 ribu hektar dengan produksi kopi sebanyak 600 ton per tahun.
Disusul kemudian Kecamatan Krucil yang berada di Lereng Argopuro dengan luas lahan lebih dari 1500 hektar dengan produksi kopi sebanyak 400 ton per tahun.
Secara regional, Kabupaten Probolinggo menempati posisi tujuh sebagai penghasil kopi terbesar di Jawa Timur. Potensi alam inilah yang patut dikembangkan hingga mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.
Editor: Redaksi TVRINews
