
Penulis: Heru Wicaksono
TVRINews, Pacitan
Berlokasi di Kampung KB Desa Pagutan, Kecamatan Arjosari, Pacitan, para siswi Sekolah Lansia Tangguh melakukan inovasi dengan membudidayakan tanaman labu madu. Kegiatan ini dimulai dari proses pembibitan di polybag hingga penanaman di lahan pekarangan warga.
Labu madu merupakan buah yang berbentuk lonjong menyerupai lonceng. Meski tidak sepopuler jenis labu lainnya, labu madu mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya adalah menjaga kesehatan mata dan saluran cerna.
Menurut Petugas Penyuluh KB Desa Pagutan, Titik Wahyu Sukmawati, tanaman labu madu ini sangat cocok ditanam di lahan kering, terutama pada musim kemarau seperti saat ini.
Tanaman labu madu yang memiliki nama lain Butternut Squash ini bisa dipanen setelah memasuki usia tanam enam bulan. Buah ini dapat dikonsumsi dengan cara dikukus terlebih dahulu. Bagi anak balita, labu madu bisa diolah menjadi makanan tambahan serta asupan gizi pendamping ASI atau MPASI.

“Manfaat labu madu ini sangat baik untuk balita yakni menambah nafzu makan . Bahkan untuk ibu hamil , selain menambah gizi dan memperlancar pencernaan , labu madu bisa memberikan kesehatan bagi bayi dalam kandungan sehingga bisa mencegah stunting, biasanya disediakan sebagai menu gizi di posyandu ,“ ujar Titik Wahyu Sukmawati.
Selain bermanfaat bagi ibu dan anak, Titik juga menjelaskan bahwa khasiat labu madu mampu membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
“Labu madu juga sangat berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah . Memasak labu madu juga harus diperhatikan pengolahannya , agar tidak merusak khasiat labu madu itu sendiri,“ tambahnya.
Sebagai desa percontohan penanaman labu madu, Desa Pagutan memprogramkan gerakan penanaman serentak bagi seluruh warga desa di lahan pertanian mereka. Meskipun saat ini hasil panen labu madu masih diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi sendiri, ke depan komoditas ini diharapkan dapat menjadi produk unggulan UMKM desa.
Editor: Redaksi TVRINews
