Penulis: Sela Agustika
TVRINews, Bangka Tengah
Masjid Jami Koba yang berdiri megah di kawasan Bundaran Tugu Ikan, Koba, merupakan masjid tertua di Kabupaten Bangka Tengah. Tak hanya sekadar menjadi tempat ibadah bagi umat Islam setempat, bangunan ini juga menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang serta sarat akan nilai historis bagi masyarakat Bangka Belitung.
Sejarah mencatat, bangunan fisik masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1970. Nilai historisnya semakin kental karena lokasi berdirinya Masjid Jami Koba saat ini dulunya merupakan bekas kawasan bangunan rumah kepresidenan atau keresidenan Belanda.
Sejak awal pembangunannya yang diresmikan sekitar tahun 1971, masjid ini terus mengalami sejumlah perubahan dan pembenahan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah jemaah. Untuk memperindah bangunan, renovasi besar-besaran mulai dilakukan pada akhir tahun 2008 dan memakan waktu pengerjaan kurang lebih selama 10 tahun.
Meskipun kini tampilannya telah dipercantik dengan sentuhan arsitektur yang lebih megah, pengurus masjid tetap mempertahankan enam tiang penyangga asli yang berdiri sejajar di bagian tengah bangunan.
Tiang-tiang tersebut dibiarkan berdiri sebagai saksi bisu sejarah dan identitas bangunan lama, yang kini berpadu harmonis dengan detail arsitektur serta balutan cat baru.
Secara arsitektur, desain Masjid Jami Koba sengaja mengusung nuansa adat Melayu yang sangat kental. Ciri khas budaya lokal ini tampak jelas pada bentuk kubah utamanya yang didesain menyerupai tudung saji.
Selain itu, masjid ini memiliki tiga pintu utama yang menjadi akses keluar masuk para jemaah. Setiap pintu kaca tersebut dihiasi dengan ukiran kaligrafi Arab yang memberikan nuansa artistik nan Islami.
Editor: Redaksi TVRINews
