
Kementan Dorong Modernisasi Pertanian Lewat Teknologi Tabela dan Drone
Penulis: Azizah
TVRINews, Maros
Kementerian Pertanian terus mempercepat modernisasi sektor pertanian guna meningkatkan produksi pangan nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan metode tanam padi berbasis teknologi, yakni sistem tanam benih langsung (Tabela) dan penggunaan drone.
Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia (BRMP) Kementerian Pertanian menggelar tanam padi perdana dengan model Modern Advanced Agriculture System (PM AAS) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu, 26 April 2026.
Metode ini merupakan inovasi pertanian modern yang mengembangkan teknik tanam konvensional menjadi lebih efisien dan berbasis teknologi.

Melalui sistem ini, pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas padi secara signifikan. Saat ini, rata-rata produktivitas nasional berada di kisaran 5,2 ton per hektare. Dengan penerapan PM AAS, hasil panen diharapkan mampu meningkat hingga lebih dari 10 ton per hektare.
Program ini direncanakan untuk diterapkan secara nasional di berbagai provinsi. Hingga saat ini, pengembangan lahan seluas 100 hektare telah dilakukan di 14 provinsi di Indonesia.
Khusus di Sulawesi Selatan, uji coba program berlangsung di empat kabupaten, yaitu Maros, Sidrap, Soppeng, dan Bone.
Sebelumnya, metode ini telah diuji coba pada 2025 dengan hasil yang cukup menjanjikan. Di Kabupaten Soppeng, produktivitas padi bahkan mencapai 10,4 ton per hektare selama masa uji coba.
Keberhasilan metode ini didukung oleh penggunaan pupuk berimbang, bahan organik, serta teknik budidaya yang tepat. Meski demikian, penerapannya tetap memerlukan pengawasan intensif, terutama untuk mencegah serangan hama.
Di tengah ancaman fenomena El Nino, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Fadjry Djufriy, menyatakan bahwa pihaknya juga menyiapkan teknologi pendukung berupa alat pengukur ketinggian air.
"Jadi kita punya alat untuk mengukur ketinggian air, dari teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi pengairan serta mengantisipasi dampak kekeringan," ujarnya.
Selain itu, varietas padi yang digunakan merupakan varietas unggul yang toleran terhadap kondisi lahan kering, termasuk varietas hibrida.
Dengan dukungan teknologi modern dan inovasi berkelanjutan, pemerintah optimistis produktivitas padi nasional akan meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.
Editor: Redaksi TVRINews
