
Penulis: Riki Adi Saputra
TVRINews, Oku Selatan
Volume sampah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mencapai sekitar 120 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 ton berasal dari sembilan kecamatan, mencerminkan tingginya produksi sampah dari aktivitas masyarakat.
Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana pengangkutan serta sistem pengelolaan yang belum optimal.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU Selatan, sebagian besar sampah masih dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pelawi di Kecamatan Buay Rawan dengan metode konvensional, yakni penimbunan tanpa pengolahan lanjutan.
Volume sampah yang masuk ke TPA tersebut berkisar antara 50 hingga 60 ton per hari dari berbagai kecamatan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara total produksi sampah dengan kapasitas pengelolaan yang tersedia.
Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah daerah, seperti pengaturan jadwal dan rute pengangkutan serta optimalisasi armada. Namun, pengelolaan sampah dinilai tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKU Selatan, Meliasari, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.
“Kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah dan mengurangi sampah rumah tangga. Jika kesadaran ini tumbuh, beban pengangkutan akan jauh berkurang,” ujarnya.
Selain itu, peningkatan volume sampah juga dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat serta momen tertentu seperti hari besar dan musim liburan, yang dapat meningkatkan timbulan sampah hingga 15 hingga 20 persen, terutama di kawasan wisata.
Ke depan, pemerintah daerah mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, recycle (3R), serta peningkatan infrastruktur pengolahan agar permasalahan sampah tidak semakin kompleks.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pengelolaan sampah di OKU Selatan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta mampu mengimbangi peningkatan volume sampah setiap tahunnya.
Editor: Redaktur TVRINews
