
Penulis: Amran Mustar Ode
TVRINews, Wakatobi
Kawasan pesisir di Kabupaten Wakatobi kembali dihadapkan pada masalah sampah kiriman. Sejak November 2025, pantai di Desa Sombu, Kecamatan Wangi-Wangi, Sulawesi Tenggara, dipenuhi tumpukan sampah yang terbawa arus laut dan gelombang tinggi.
Sepanjang garis pantai tampak dipadati berbagai jenis sampah. Material yang terdampar didominasi lamun hanyut, plastik kemasan, gabus, potongan kayu, hingga limbah rumah tangga. Kondisi tersebut semakin parah saat angin barat dan arus laut menguat.

Kepala Desa Sombu, La Ndilu, mengungkapkan fenomena sampah kiriman mulai terjadi sejak November tahun lalu dan hingga kini masih terus berulang. Menurutnya, setiap kali gelombang tinggi terjadi, sampah kembali memenuhi bibir pantai.
“Sudah beberapa kali kami bersihkan, tetapi saat arus kembali kuat, sampah datang lagi,” ujar La Ndilu kepada tvrinews.com, Selasa, 24 Februari 2026.
Tumpukan sampah tidak hanya mengganggu estetika pantai yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Wakatobi, tetapi juga berdampak pada aktivitas masyarakat pesisir. Warga yang berprofesi sebagai nelayan mengaku terganggu karena area tambatan perahu dan jalur melaut dipenuhi sampah.
Pemerintah desa bersama masyarakat setempat telah melakukan kerja bakti secara berkala untuk membersihkan pantai. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup karena sampah terus berdatangan hampir setiap hari saat kondisi laut tidak bersahabat.
Masyarakat berharap adanya langkah penanganan yang lebih komprehensif, baik melalui penguatan sistem pengelolaan sampah di darat maupun koordinasi lintas wilayah untuk mengantisipasi sampah kiriman dari laut.
Persoalan sampah kiriman yang terus berulang ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Tanpa langkah konkret dan kerja sama semua pihak, pesona pantai di Kabupaten Wakatobi terancam tercemar oleh persoalan sampah yang tak kunjung usai.
Editor: Redaktur TVRINews
