
Penulis: Arief Masbuchin
TVRINews, Pasuruan
Program 1.000 Jembatan Gantung Garuda yang digagas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai terealisasi di Jawa Timur. Salah satunya berada di Kabupaten Malang, menghubungkan Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung dengan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen.
Jembatan gantung sepanjang 143 meter dan lebar 1,2 meter ini membentang di atas Sungai Metro. Kehadirannya diharapkan mampu mempersingkat jarak tempuh serta waktu perjalanan masyarakat antar dua desa tersebut.
Dibangun dengan memadukan kayu dan rangka baja yang ditopang tali baja berkekuatan tinggi, jembatan ini dirancang untuk menahan beban pejalan kaki dan sepeda motor. Lebih dari sekadar infrastruktur, jembatan ini menjadi jawaban atas penantian panjang warga yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
Pembangunan jembatan dilakukan melalui kolaborasi TNI, Vertical Rescue Indonesia (VRI), serta gotong royong masyarakat setempat. Warga kemudian menamai jembatan ini Jembatan Gantung Garuda Termangu, singkatan dari Ternyang–Mangunrejo.
Jembatan Termangu dapat dilintasi pejalan kaki dan sepeda motor dengan pengaturan keselamatan. Untuk pejalan kaki dibatasi maksimal tiga orang secara bergantian, sementara kendaraan roda dua hanya satu sepeda motor setiap kali melintas. Masyarakat juga diimbau tidak membawa beban berlebihan.
Kepala Desa Ternyang, Didik Santoso, menjelaskan bahwa pengajuan pembangunan jembatan telah dilakukan sejak 2022, namun sempat tertunda akibat pandemi COVID-19.
“Setelah Presiden menyampaikan program 1.000 jembatan gantung, barulah jembatan ini bisa terealisasi. Di Kabupaten Malang, ini yang pertama. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat atas terwujudnya akses penting bagi warga,” ujar Didik.
Jembatan ini sangat membantu mobilitas masyarakat, khususnya anak-anak yang bersekolah di Kecamatan Kepanjen. Sebelumnya, warga harus memutar dengan waktu tempuh sekitar 45 menit menggunakan sepeda motor. Kini, perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar delapan menit.
“Ke depan, kawasan Jembatan Gantung Termangu juga akan kami tata sebagai destinasi wisata,” tambah Didik.
Selain pembenahan secara swadaya oleh masyarakat, Pemerintah Desa Ternyang juga mengajukan dukungan kepada pemerintah daerah untuk peningkatan akses jalan menuju jembatan, guna menunjang kenyamanan dan keselamatan pengguna.
Editor: Redaktur TVRINews
