Penulis: Irsal
TVRINews, Sumsel
Masyarakat di kelurahan rampoang, kecamatan bara, kota palopo, Provinsi Sulawesi selatan mengeluhkan kondisi jembatan sungai pikung lamban pengerjaan. Kondisi tersebut membuat debu beterbangan sehingga berdampak negatif pada kesehatan dan kenyamanan warga dan pengendara.
“Kondisi debu di wilayah ini sungguh sangat memprihatinkan, akibat jembatan yang rusak sampai sekarang pengerjaannya juga tidak tau kapan selesainya, sedangkan panjang jembatan itu hanya sekitar 8 meter, sedangkan jalan ini adalah jalan trans Sulawesi " Kata Juprianto. Selasa, 21 Agustus 2023.
Jembatan rampoang merupakan jembatan trans Sulawesi yang rusak di terjang banjir pada bulan Oktober 2022 hingga sekarang masih dalam pengerjaan. Namun warga sekitar sudah mulai jenuh akibat debu dan polusi udara yang di timbulkan. Warga khawatir jika tidak ada penanganan serius dari pihak terkait akan menyebabkan penyakit sesak nafas.
"Rusaknya itu hampir satu tahun dari bulan 10 tahun 2022 ini sudah bulan Agustus 2023, akibat debu ini sudah berapa orang kena penyakit ispa, malahan ada yang warga itu, selama ini sehat, setelah masuk rumah sakit, nyawanya juga tidak bisa tertolong, dokter mengatakan sesak nafas padahal orang tersebut tidak memiliki riwayat sesak nafas", ungkap juprianto.
Warga setempat juga mengeluhkan kurangnya upaya pihak terkait melakukan penyiraman jalan.
"Ya, sejauh pengamatan saya pak mereka hanya menyiram sekali kali saja".
Selain kondisi polusi udara yang kian memprihatinkan, jembatan Sungai Pikung yang rusak juga menyebabkan perekonomian warga sekitar lumpuh total,
"Selama rusak ini jembatan pak, jarang pembeli, di tambah lagi debu, dulu sebelum rusak banyak pembeli sekarang tidak ada pak", kata diana
Warga berharap perlu adanya perbaikan konkret masalah ini, pihak terkait harus bertanggung jawab atas debu dan polusi udara yang di timbulkan dengan melakukan penyiraman secara intens. Tidak hanya itu pihak terkait harus turut bertindak dengan segera untuk menyelesaikan jembatan rampoang.
Baca Juga : Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan, Kemenko Marves dan Kadin Gelar ISF 2023
Editor: Redaktur TVRINews
