
Penulis: Bilfy
TVRINews, Yogyakarta
Perkembangan teknologi dan dinamika global yang terus berubah menuntut generasi muda untuk beradaptasi dengan cepat.
Mereka tidak hanya menghadapi tuntutan kompetensi, tetapi juga tekanan psikologis, ketidakpastian karier, serta pergeseran nilai dan identitas diri.
Situasi ini memunculkan tantangan baru, di mana pertumbuhan ekonomi tidak selalu sejalan dengan peningkatan kualitas hidup.
Sejumlah persoalan pun mengemuka, mulai dari meningkatnya isu kesehatan mental, ketimpangan sosial, hingga melemahnya kohesi sosial.
Wakil Rektor Australian Catholic University, Zlatko Skrbis, menilai generasi muda sebagai kelompok yang paling rentan sekaligus paling menentukan arah masa depan. Mereka berada di tengah perubahan besar dalam teknologi, dunia kerja, dan pola kehidupan.
Menurutnya, tanpa pembekalan yang tepat, dampak perubahan tersebut tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga dapat memengaruhi struktur sosial secara luas.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Human Flourishing Center hadir dengan pendekatan yang lebih menyeluruh. Program ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembangunan kesejahteraan manusia secara holistik.
Pendekatan ini menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, nilai etika, serta kepemimpinan sebagai fondasi utama bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.
Selain itu, generasi muda juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan seperti penelitian bersama, pelatihan, serta program berbasis komunitas yang mendorong pemahaman dan penyelesaian masalah nyata di masyarakat.
“Secara fundamental, generasi muda adalah masa depan kita. Namun, secara konkret, kita dapat memfasilitasi perubahan dengan berfokus pada mereka mulai dari interaksi dengan teknologi, kesehatan mental, hingga keterampilan yang dibutuhkan dalam ekonomi yang terus berkembang,” ujar Zlatko, 24 April 2026.
Dengan berbagai tantangan yang ada, generasi muda kini dituntut tidak hanya menjadi objek perubahan, tetapi juga aktor utama dalam menciptakan kesejahteraan sosial.
Masa depan tidak hanya ditentukan oleh cepatnya perubahan, tetapi juga oleh kesiapan mereka dalam mengelola dan mengarahkan perubahan tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
