
Cuaca Ekstrem di Perairan Laut Selatan, Pasokan Ikan Menurun, TPI Puger Sepi
Penulis: Sunarto
TVRINews, Jember
Cuaca ekstrem di Perairan Laut Selatan membuat banyak nelayan di Pesisir Puger, Jember, enggan melaut. Kondisi ini menyebabkan pasokan ikan menurun drastis di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger, yang kini tampak sepi pembeli.
Menurut sejumlah nelayan, ombak besar di tengah laut dengan ketinggian lebih dari dua meter menjadi alasan utama mereka menghentikan aktivitas melaut. Biaya operasional yang tinggi tidak sebanding dengan hasil tangkapan yang minim.
Salah seorang pedagang ikan di TPI Puger, Sutini, mengungkapkan bahwa penurunan pasokan ikan telah menyebabkan kenaikan harga beberapa jenis ikan laut di pasar.
"Iya, sudah beberapa pekan ini TPI sepi karena pasokan ikan menurun. Pasokan terhambat, jadi harga ikan naik," ujar Sutini, Senin, 17 Februari 2025.
Kenaikan harga ikan laut di TPI Puger cukup signifikan. Beberapa jenis ikan yang terdampak di antaranya:
Ikan tongkol: dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 per kilogram
Ikan tuna: dari Rp 20.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram
Kepiting: dari Rp 65.000 menjadi Rp 80.000 per kilogram
Cumi-cumi: dari Rp 25.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram
Sutini menyebutkan, sebagian pedagang terpaksa mendatangkan ikan segar dari daerah lain seperti Banyuwangi dan Probolinggo untuk memenuhi kebutuhan pasar.
"Kalau dipaksakan melaut juga berbahaya untuk keselamatan mereka," tambah Sutini.
Sementara itu, berdasarkan data dari BMKG, cuaca ekstrem di Perairan Laut Selatan, termasuk di kawasan Pantai Puger, diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Para nelayan pun hanya bisa pasrah menunggu kondisi cuaca kembali normal agar bisa melaut seperti biasa.
Editor: Redaktur TVRINews
