
Penulis: Adhitya Putratama
Adhitya Putratama
Kekhawatiran akan seringnya kecelakaan akibat jalan berlubang dan licin mendorong warga Padukuhan Pucung, Kalurahan Planjan, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, bergotong royong memperbaiki jalan utama di wilayah mereka.
Jalan penghubung antara Padukuhan Pucung dan Padukuhan Wuluh itu telah rusak bertahun-tahun, dipenuhi batu besar dan lubang yang membuatnya menyerupai sungai mati. Kondisi ini kerap menimbulkan kecelakaan bagi pengendara sepeda motor maupun mobil.
Melihat situasi tersebut, warga mengambil inisiatif perbaikan secara swadaya. Penggalangan dana dilakukan bersama, bahkan salah seorang pengrajin rumah joglo menyumbangkan hasil penjualan salah satu joglonya untuk mendukung biaya perbaikan.
Pengerjaan di lapangan melibatkan enam truk mixer beton untuk pengecoran jalan sepanjang sekitar 500 meter. Salah satu warga, Barno, menjelaskan, aksi ini dilakukan karena belum ada perhatian dari kalurahan maupun pemerintah kabupaten.
“Prihatin melihat kondisi jalan yang seperti kali mati. Ini akses utama dua padukuhan, banyak yang jatuh. Kami merasa perlu bertindak sendiri karena menunggu bantuan tidak jelas kapan datangnya,” ujarnya.
Barno menambahkan, jalan ini tak hanya menjadi jalur aktivitas ekonomi dan pertanian, tetapi juga akses utama anak-anak menuju sekolah.
Dengan semangat gotong royong, warga berharap perbaikan ini meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Pengerasan jalan dengan cor beton rencananya akan dilanjutkan hingga total panjang mencapai sekitar 1,5 kilometer.
Editor: Redaktur TVRINews
