
Pemerintah Siaga Hadapi Penyebaran PMK, 4 Juta Dosis Vaksin Dialokasikan di 2025
Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempersiapkan langkah-langkah preventif untuk menanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi.
Pada tahun 2025, Kementan mengalokasikan 4 juta dosis vaksin PMK, yang diperkirakan memiliki harga antara Rp 17.000 hingga Rp 25.000 per dosis.
Namun, jumlah vaksin ini dinilai belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh ternak sapi di Indonesia.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyampaikan hal tersebut saat kunjungannya ke Surabaya. Menurutnya, meski vaksin telah disiapkan, jumlahnya tidak sebanding dengan populasi ternak sapi yang ada.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong para peternak untuk melakukan vaksinasi mandiri, tanpa harus menunggu bantuan vaksin dari pemerintah.
"Vaksin ini penting untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK yang sangat mudah menular melalui cairan dari hewan yang terinfeksi. Untuk itu, kami menghimbau peternak untuk segera melakukan vaksinasi terhadap ternak mereka," ujar Sudaryono.
Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk pengadaan 4 juta dosis vaksin.
Vaksin tersebut akan didistribusikan ke berbagai kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan prioritas diberikan kepada wilayah yang belum terjangkit PMK.
Sebagai contoh, Jawa Timur menerima 12.500 dosis vaksin pada tahap awal distribusi.
Amran, Kepala Pusat Pengendalian Penyakit Hewan Kementan, menambahkan bahwa distribusi vaksin juga difokuskan pada wilayah-wilayah yang tidak terjangkit PMK.
"Kami juga telah menerjunkan tim ke lapangan yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengatasi penyebaran virus PMK," kata Amran.
PMK sendiri disebabkan oleh virus aphthovirus yang mudah menyebar melalui kontak langsung antara hewan yang terinfeksi dan hewan lainnya, serta melalui benda-benda yang terkontaminasi, seperti peralatan peternakan.
Virus ini dapat bertahan pada pakan, air, dan permukaan benda hingga satu bulan, tergantung pada suhu dan kondisi tanah. Selain itu, virus PMK juga bisa bertahan dalam nafas, air liur, urin, dan ekskresi lainnya dari hewan yang terinfeksi.
Pencegahan utama untuk menghindari penyebaran PMK adalah dengan vaksinasi. Meski pemerintah telah mengalokasikan 4 juta dosis vaksin untuk tahun 2025, Kementan tetap mengingatkan para peternak untuk tidak menunggu bantuan vaksin dari pemerintah dan segera melakukan vaksinasi mandiri.
Namun, pemerintah juga akan memberikan vaksinasi gratis bagi peternak yang membutuhkan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan penyebaran PMK dapat ditekan dan sektor peternakan sapi Indonesia dapat terus berkembang dengan aman.
Editor: Redaktur TVRINews
