
Penulis: Dhian Adhie
TVRINews, Magelang
Jalur utama sekaligus jalur wisata yang menghubungkan Kabupaten Magelang dan Boyolali tertutup material longsor akibat hujan deras yang terus mengguyur kawasan lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Longsor berasal dari tebing setinggi sekitar 25 meter dengan panjang mencapai 30 meter yang menutup badan jalan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu dini hari setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Selasa siang. Kondisi tanah yang labil memicu runtuhan tebing, dengan sedikitnya tiga titik longsor ditemukan di sepanjang jalur provinsi Blabag–Boyolali.
Relawan bersama aparat kepolisian, TNI, dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang langsung melakukan pembersihan material longsor guna membuka kembali akses jalan.
Danu, pengguna jalan, mengaku terpaksa mencari jalur alternatif untuk melanjutkan perjalanan ke Boyolali. “Saat ini mencoba mencari akses jalan lain untuk pulang ke Boyolali karena ada longsor, tadi di arahin lewat Kopeng Salatiga,” ujar Danu.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, penutupan jalur utama memaksa pengguna jalan memutar dengan jarak tempuh tambahan sekitar delapan kilometer.
“Kejadian tanah longsor di jalur provinsi ini terjadi rabu dini hari, sedangkan untuk kemarin siang dari habis dhuhur sampai subuh terjadi hujan yang cukup lumayan deras, untuk longsor saat ini menutup jalur provinsi Blabag ke Boyolali, untuk jalur Boyolali terdapat tiga titik,” ujar Isnaryo, anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Magelang, Rabu, 21 Januari 2026.
BPBD Kabupaten Magelang mengimbau warga dan pengguna jalan untuk tetap waspada dan berhati-hati. Jalur alternatif Magelang–Boyolali masih berpotensi rawan longsor hingga kondisi cuaca dan jalan dinyatakan aman.
Editor: Redaktur TVRINews
