
Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 800/1141/204/2026 tentang Pelaksanaan Fleksibilitas Tugas Kedinasan Bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur per Jumat 27 Maret 2026.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim, Indah Wahyuni mengatakan, dalam pemberlakuan Work From Home (WFH) selama 1 hari pada hari Rabu setiap minggunya, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov akan memberikan report penggunaan BBM, listrik dan airnya setiap akhir bulan dan harus dikirimkan ke BKD Jatim.
“Nanti akan kami evaluasi apakah WFH tersebut bisa benar-benar berdampak pada penghematan pemakaian energi di lingkungan Pemprov Jatim,” ungkap Indah, Sabtu, 28 Maret 2026.
Pertama, dari sisi efisiensi energi dan pengendalian mobilitas, Yuyun melihat bahwa dengan satu hari bekerja dari rumah, dapat terjadi pengurangan volume kendaraan di jalan, sehingga berdampak pada penurunan konsumsi bahan bakar.
“ASN Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak 81.700 pegawai, sehingga jika diestimasi, penghematan BBM dapat mencapai sekitar 20 persen dari konsumsi mobilitas ASN, atau kurang lebih 108 ribu liter per bulan,” katanya.
Selain itu, konsumsi energi di perkantoran seperti listrik dan air juga berpotensi turun sekitar 10-15 persen. Hal ini sekaligus menjadi kontribusi terhadap pengurangan kemacetan dan upaya menjaga lingkungan.
Kedua, menurut dia, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi birokrasi menuju pola kerja yang lebih fleksibel dan adaptif, sejalan dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Kami ingin memastikan bahwa ASN semakin terbiasa bekerja secara digital, dengan orientasi pada capaian kinerja atau output, bukan semata kehadiran fisik. Mereka akan mengisi absensi saat WFH di Aplikasi Jatim Presensi dengan memilih opsi WFH. Ini pernah kami terapkan saat WFH pada Covid-19. Mereka absennya maksimal 2 jam setelah jam kerja berakhir. Absensi dilakukan tiga kali dalam sehari, pada pagi, siang dan sore serta harus shareloc benar-benar di rumah,” tukasnya.
Saat disinggung jika terdapat pegawai ASN yang melanggar menurut pejabat yang biasa disapa Yuyun ini akan ada sanksi sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
“Pada intinya kita tidak libur, tapi bekerja satu hari di rumah, bukan di kantor. Jika saat WFH ternyata jalan-jalan, pasti kena sanksi,” tuturnya.
Ketiga, terkait pemilihan hari Rabu setiap minggunya untuk WFH, hal ini dipertimbangkan untuk menjaga keseimbangan produktivitas dan disiplin kerja ASN. Hari Rabu dipilih sebagai titik tengah minggu kerja, sehingga ritme kerja tetap terjaga, sekaligus untuk menghindari potensi pemanfaatan kebijakan ini sebagai perpanjangan akhir pekan.
Secara umum, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan pengurangan konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen dalam satu bulan. Jika dikonversikan, potensi penghematan tersebut dapat mencapai kurang lebih 48,5 juta liter.
Khusus dari sisi ASN, dengan jumlah sekitar 81.700 pegawai, penerapan Flexible Working Arrangement atau WFH selama satu hari dalam satu minggu diperkirakan dapat berkontribusi pada pengurangan konsumsi BBM sekitar 108 ribu liter per bulan. Perhitungan ini menggunakan asumsi rata-rata konsumsi BBM sebesar 0,33 liter per hari kerja per orang.
Selain itu, dari sisi operasional perkantoran, kebijakan WFH juga memberikan dampak efisiensi energi. Dengan berkurangnya aktivitas kantor sekitar 20 persen dalam satu minggu kerja, terdapat potensi penghematan konsumsi listrik.
“Namun demikian, karena masih ada beban dasar listrik yang harus tetap berjalan, maka estimasi penghematan riil berada pada kisaran 10 hingga 15 persen dari total konsumsi bulanan. Tentunya, capaian ini akan terus kami evaluasi dan optimalkan agar kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat, baik dari sisi efisiensi energi maupun kinerja pemerintahan,” jelasnya.
Bila di lakukan penghitungan dengan di berlakukan WFH dengan jumlah ASN 81 ribu lebih maka rata rata konsumsi BBM sebesar 0.33 liter per hari kerja per orang . Perhitungan ASN menggunakan bbm pertamax 12.300 di kalikan 108 ribu liter dalam sebulan bisa menghemat uang senilai Rp 1 milyar 328 juta 400 ribu.
Editor: Redaktur TVRINews
