
Kasus DBD Terus Bertambah, Dinkes Palembang Imbau Warga Waspada
Penulis: Aan Muzhar
TVRINews - Palembang
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Palembang terus mengalami penambahan sejak awal tahun 2026.
Hingga 23 Januari 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang telah menangani sebanyak 48 kasus DBD yang tersebar di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan potensi penambahan terbuka karena Januari belum berakhir masyrakat harus berhati-hati.

“Sebanyak 48 kasus kami tangani sejak awal Januari 2026 hingga hari ini. Masih ada beberapa hari tersisa di bulan Januari, sehingga kami berharap tidak terjadi lonjakan kasus DBD yang signifikan di Kota Palembang,” ujarnya, dikutip Sabtu, 24 Januari 2026.
"Untuk ini kami minta masyrakat waspada terhadap DBD ini, jangan dianggap sepele musim pancaroba ini penyebaran nyamuk DBD semakin banyak," lanjutnya.
Yudhi mengungkapkan, untuk menekan penyebaran DBD, Dinkes Palembang terus menggalakkan program 3M yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab DBD.
Selain itu, Dinkes Palembang juga menyiapkan layanan abate gratis di seluruh puskesmas. Masyarakat yang membutuhkan abate dapat langsung mendatangi puskesmas terdekat.
“Kami sudah menyiapkan abate gratis. Warga bisa memanfaatkannya untuk mencegah jentik nyamuk berkembang,” tegasnya.
Namun demikian, Yudhi menegaskan bahwa kunci utama penanganan DBD adalah pencegahan, bukan hanya pengobatan. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan. Jika lingkungan bersih dan tidak ada genangan air, maka jentik nyamuk tidak akan berkembang biak,” imbaunya.
Dinkes Palembang mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, dan bintik merah pada kulit, guna mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.
Editor: Redaksi TVRINews
