
Penulis: Ambika
TVRINews, Kota Mataram
Pemerintah melalui Perum Bulog menargetkan penyerapan beras nasional mencapai 4 juta ton pada 2026, meningkat dari target 3 juta ton pada tahun sebelumnya.
Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah guna menjamin ketersediaan stok bantuan pangan dan program stabilisasi pasokan serta harga pangan.
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu daerah prioritas pengadaan. Pemerintah pusat menempatkan provinsi ini dalam empat besar lumbung beras nasional dengan kuota awal 470 ribu ton setara beras. Target tersebut kemudian dinaikkan menjadi 500 ribu ton berdasarkan konversi gabah kering panen.

Dalam proses penyerapan, Bulog masih menggunakan sistem maklon, di mana penggilingan hanya menerima jasa giling. Beras yang diserap harus memenuhi standar kualitas gabah kering panen sesuai usia panen yang telah ditetapkan.
Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) NTB, Zohran, menilai peningkatan serapan Bulog akan mendorong persentase hasil panen yang terserap pasar.
Menurutnya, selama ini serapan baru berada di kisaran 30 persen sehingga perluasan kemitraan memberi dampak positif bagi petani dan pelaku penggilingan.
“Peningkatan serapan Bulog akan mendorong kenaikan persentase serapan hasil panen yang sebelumnya sekitar 30 persen. Perluasan kemitraan dengan Bulog akan memberikan keuntungan bersama bagi petani dan pengusaha penggilingan. Kebijakan ini juga membantu pengendalian harga, menjaga ketersediaan stok, mendukung pasar murah, bansos, serta kesiapan pangan saat terjadi fluktuasi pasar,” ujar Zohran, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menegaskan NTB merupakan daerah surplus beras sehingga program penyerapan Cadangan Beras Pemerintah tidak mengganggu dinamika pasar.
“Namun kami minta Bulog menyiapkan kapasitas gudang penyimpanan yang memadai agar target dapat terealisasi optimal. Satgas pangan juga akan mengawal stabilisasi harga, terutama pada gabah kering panen dan beras sesuai harga pembelian pemerintah,” tambahnya.
Hingga 8 Februari 2026, Bulog mencatat realisasi serapan di NTB mencapai 209,3 ribu ton setara beras. Angka ini meningkat 440,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 38,7 ribu ton. Pemerintah optimistis target nasional 4 juta ton dapat tercapai sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews
