
Ketua Pengprov TI NTT, Fransisco Bessi
Penulis: Erasmus Nagi Noi
TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Nusa Tenggara Timur (NTT) memfokuskan pembenahan struktur organisasi sebagai langkah awal menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di NTT.
Ketua Pengprov TI NTT, Fransisco Bessi mengatakan saat ini prioritas utama organisasi adalah memastikan legalitas kepengurusan agar program pembinaan atlet dapat berjalan optimal.
“Khusus untuk PON ini kita memulai dari legalitas kepengurusan yang sah. Karena kami adalah cabor Olimpic dan taekwondo akan dimainkan di Kota Kupang, sehingga kita bisa memulai langkah besar kedepan idengan melakukan banyak hal, yakni bersinergi dgn dispora provinsi NTT dan juga KONI NTT," ujar Fransisco, dikutip Senin, 16 Maret 2026.
Menurutnya, proses Musyawarah Provinsi (Musprov) akan dipercepat untuk memastikan kepengurusan baru memiliki dasar hukum yang jelas sebelum memasuki tahapan persiapan PON.
Ia menjelaskan, masa jabatan kepengurusan saat ini akan berakhir pada 2026 sehingga percepatan Musprov dinilai penting agar legalitas organisasi dapat segera ditetapkan.
“Oleh karena itu kami mempercepat pelaksanaan Musprov supaya legalitas kepengurusan bisa segera disahkan. Dengan begitu, kami dapat membantu pemerintah mempersiapkan berbagai dengan baik,” jelasnya.
Fransisco juga berharap adanya dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT dalam menjalankan program kerja pembinaan taekwondo di daerah tersebut.
Menurutnya, kepengurusan yang solid dan sah secara administratif sangat penting untuk menjaga kepercayaan atlet, pelatih, serta orang tua yang telah mempercayakan pembinaan atlet kepada organisasi.
“Jangan sampai pengurus itu ribut atau pengurus itu tidak sah, karena akan berdampak pada banyak hal, baik itu nantinya dalam penyerapan anggaran, pembinaan prestasi atlet, pelatih dan juga kepercayaan dari cabor sendiri maupun orangtua yang sudah menitipkan atletnya," katanya
Ia menegaskan, keberhasilan PON 2028 tidak hanya diukur dari prestasi olahraga, tetapi juga dari keberhasilan administrasi dan penyelenggaraan.
"Kalau pengurusnya benar, berkolaborasi dengan pemerintah dan juga koni, dalam hal ini dispora dan KONI maka semuanya akan berjalan dengan baik," ujar Fransisco.
“Sukses itu bukan hanya sukses prestasi, tetapi juga sukses administrasi dan sukses penyelenggaraan. Tiga komponen ini penting untuk mewujudkan mimpi besar dari bapak Gubernur NTT untuk kita sebagai tuan rumah PON 2028 untuk masuk dalam 10 besar,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
