
Penulis: Eko Septianto Rasyim
TVRINews, Pangkalpinang
Pemerintah Kota Pangkalpinang menyalurkan bantuan kepada para nelayan yang terdampak cuaca buruk yang melanda perairan Bangka Belitung sejak November hingga Januari lalu. Cuaca ekstrem tersebut membuat sebagian besar nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut selama hampir tiga bulan.
Kondisi ini berdampak langsung pada terhentinya sumber pendapatan utama para nelayan. Untuk membantu meringankan beban ekonomi mereka, pemerintah kota menyalurkan bantuan berupa paket sembilan bahan pokok (sembako) serta perlengkapan melaut seperti jaring penangkap ikan.
Penyaluran bantuan ini menyasar nelayan yang tersebar di sejumlah kelurahan pesisir di Kota Pangkalpinang. Di setiap kelurahan yang menjadi sasaran program, tercatat ratusan nelayan terdaftar sebagai penerima manfaat.
Salah satu nelayan penerima bantuan, Zunaidi, mengaku selama dua bulan terakhir dirinya bersama rekan-rekan nelayan lainnya tidak dapat melaut karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

"Selama dua bulan terakhir kami tidak melaut karena cuaca sangat buruk. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, saya sempat membuka usaha kecil-kecilan di sekitar kawasan Jembatan Emas," ujarnya, dikutip Kamis, 5 Maret 2026.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengatakan bantuan logistik dan alat tangkap ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kota terhadap para nelayan yang terdampak kondisi alam.
Menurutnya, pendistribusian bantuan dilakukan secara terarah di sejumlah wilayah pesisir, salah satunya di Kelurahan Lontong Pancur. Di wilayah tersebut tercatat sebanyak 327 nelayan menerima paket bantuan.
"Bantuan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah kota kepada para nelayan yang terdampak cuaca buruk sehingga tidak dapat melaut dalam beberapa waktu terakhir," kata Saparudin.
Seiring kondisi cuaca perairan yang mulai berangsur membaik, pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban nelayan sekaligus menjadi bekal awal bagi mereka untuk kembali melaut dan memulihkan perekonomian keluarga.
Editor: Redaksi TVRINews
