Penulis: Apriansah Karim
TVRINews – Palembang.Sumatera Selatan
Aksi sigap TNI AL Palembang berhasil hentikan penyelundupan benih lobster skala jumbo selamatkan kekayaan laut Indonesia senilai miliaran rupiah dari jeratan mafia ekspor ilegal.
Sebuah operasi laut rutin yang dilakukan oleh Pangkalan Utama TNI AL (Lanal) Palembang berubah menjadi misi penyelamatan besar terhadap kekayaan laut nusantara. Petugas TNI AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 72 boks styrofoam berisi benih lobster bernilai fantastis—mencapai Rp38 miliar yang hendak dikirim secara ilegal ke luar negeri.
Komandan Lanal Palembang, Kolonel Laut (P) Faisal, menyebut keberhasilan ini bermula dari kecurigaan terhadap sebuah kapal motor kayu berwarna hitam yang melintas dari arah perairan utara Jambi menuju kawasan Ambawang Luar. Setelah dihentikan dan diperiksa, tim patroli mendapati muatan mencurigakan berisi ratusan ribu benih lobster dari tiga jenis berbeda: pasir, mutiara, dan bambu.
"Total ada 382 ribu ekor benih lobster jenis pasir, 338 jenis mutiara, dan 982 jenis bambu yang diamankan. Nilai ekonominya sangat besar, mencapai puluhan miliar rupiah," ungkap Kolonel Faisal kepada TVRINews.
Tiga orang anak buah kapal (ABK) yang mengawaki kapal tersebut, seluruhnya warga asal Provinsi Jambi, turut diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif. Penelusuran lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan besar di balik upaya penyelundupan ini.
Pengungkapan ini bukan hanya menggagalkan potensi kerugian negara, tetapi juga merupakan wujud nyata pelaksanaan program nasional Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Dalam program tersebut, perlindungan terhadap kekayaan sumber daya laut menjadi salah satu fokus utama demi memperkuat pertahanan dan keamanan nasional.
Upaya ini juga menegaskan posisi TNI AL sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia, di tengah ancaman serius praktik-praktik penyelundupan yang terus mengincar hasil laut bernilai tinggi seperti benih lobster.
Dengan semakin gencarnya patroli laut dan pengawasan ketat terhadap jalur-jalur perairan strategis, masyarakat diharapkan turut serta menjadi mata dan telinga negara—karena menjaga laut Indonesia bukan hanya tugas tentara, tapi juga tanggung jawab kita bersama.
Baca Juga: Sejumlah Pasangan Ilegal Terjaring Razia Satpol PP Padang saat Berduaan di Kamar Penginapan
Editor: Redaktur TVRINews
