
Penulis: Salmon
TVRINews, Sulawesi Tenggara
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara kembali mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupa bantuan bibit komoditas perkebunan senilai sekitar Rp200 miliar pada tahun 2026. Bantuan ini akan disalurkan ke 15 kabupaten dengan tujuan meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani di daerah.
Komoditas yang diterima meliputi bibit kakao, kelapa, pala, lada, dan mete. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat sektor perkebunan sebagai penopang utama perekonomian daerah.
La Ode Muhammad Rusdin Jaya, Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, menjelaskan bahwa saat ini program masih berada pada tahap mini kompetisi di Kementerian Pertanian.
Ia menargetkan penyaluran bantuan dimulai pada Mei atau Juni 2026, sehingga penanaman dapat menyesuaikan kalender musim untuk hasil optimal
“Seluruh usulan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) akan melalui proses verifikasi ketat. Kami memastikan bantuan tepat sasaran, baik dari sisi kelompok tani penerima maupun kesesuaian lahan,” kata dia
Proses verifikasi selektif ini bertujuan untuk meminimalkan kesalahan distribusi sehingga bantuan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pemerintah provinsi juga memastikan pengawasan dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kabupaten.
Keberhasilan program, menurut Rusdin, sangat bergantung pada sinkronisasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Koordinasi yang solid di setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga penyaluran, diharapkan mampu memberikan dampak nyata pada peningkatan produksi komoditas perkebunan sekaligus kesejahteraan petani di Sulawesi Tenggara.
Editor: Redaktur TVRINews
