
Infrastruktur Barat Kaltim Bangkit, Jalan Kubar–Mahulu Terhubung
Penulis: Alfin
TVRINews, Kutai Barat
Konektivitas jalur darat antara Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, akhirnya terwujud setelah terputus selama puluhan tahun. Ruas jalan Tering–Ujoh Bilang resmi tersambung setelah 80 tahun Indonesia merdeka, mengakhiri isolasi wilayah barat Benua Etam yang selama ini dikenal memiliki kondisi infrastruktur sangat memprihatinkan.
Saat kunjungan kerja reses DPR RI sekaligus peresmian ruas Jalan Tering–Ujoh Bilang di Kutai Barat, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas terwujudnya konektivitas darat yang sejak lama dinantikan masyarakat Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Jalur tersebut dinilai sangat vital sebagai penghubung utama antardaerah.
“Alhamdulillah, patut kita syukuri bersama. Infrastruktur jalan dari Tering menuju Ujoh Bilang sudah terhubung, setelah 80 tahun sejak Indonesia Merdeka daerah ini masih terisolir. Saya sangat bangga dan terharu, masyarakat di Kubar dan Mahulu sudah bisa menikmati jalan yang lebih baik saat ini,” ujar Sarifah Suraidah, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin, 12 Januari 2026.
Sarifah Suraidah yang akrab disapa Bunda Harum menilai peresmian jalan tersebut menjadi momen bersejarah dalam upaya pemerataan pembangunan di Kalimantan Timur. Selama bertahun-tahun, masyarakat di dua kabupaten tersebut mendambakan akses darat yang layak guna mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi.
Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur hingga wilayah pedalaman.
“Kami mengapresiasi komitmen dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang merata hingga wilayah pedalaman, khususnya di Kubar dan Mahulu. Mohon doanya, jalur darat di wilayah barat Kalimantan Timur akan bisa tuntas bertahap dalam 2 tahun ke depan,” ungkap Bunda Harum.
Anggota Badan Anggaran DPR RI ini juga menegaskan kebutuhan Kalimantan Timur terhadap dukungan Pemerintah Pusat, terutama dalam pembangunan infrastruktur antarwilayah di daerah pedalaman. Melalui kegiatan serap aspirasi daerah pemilihan, ia berkomitmen mendorong dukungan anggaran guna mempercepat konektivitas wilayah yang masih terisolasi.
“Saya berpesan, tetap semangat dan jangan lelah untuk membangun Kalimantan Timur di wilayah yang masih tertinggal. Pembangunan infrastruktur yang merata akan membuka akses ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat,” papar Bunda Harum yang juga menjabat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Sarifah Suraidah mendampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud bersama Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kutai Barat.
Editor: Redaksi TVRINews
