Penulis: Harry Saktiono
TVRINews, Lamongan
Miris, sedih dan memprihatinkan saat TVRINews melihat langsung kondisi gedung SDN 1 dan SDN 2 Jatirenggo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan Jawa Timur.
Nyaris seluruh bangunan tiap ruang gedung sekolah baik dinding maupun atap rusak parah. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama . Menurut Guru sekolah SDN 1 Jatirenggo mengatakan apa yang ada dihadapan mereka adalah pemandangan yang memilukan , murid-muridnya harus belajar di tengah kerusakan bangunan fisik sekolah. Para guru khawatir akan keselamatan murid-murid.
"Kondisi ini sudah berlangsung lama, pihaknya sangat berharap Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dapat segera membantu rehab bangunan , agar aktivitas belajar mengajar dapat berjalan lancar dan lebih nyaman." Demikian dijelaskan Kepala Sekolah SDN Jatirenggo 1 , Sholeh. Selasa, 19 September.
Baca Juga: Kebutuhan Darah Di Bengkulu Capai 2.000 Kantong Per Bulan
Ditambahkan Kepala Sekolah terlebih di musim kemarau ini, bagian dinding berdebu sangat mengganggu kesehatan anak-anak saat belajar di kelas.
Begitu juga dengan kondisi SDN 2 Jatirenggo, mengalami hal serupa. Ruang kelas banyak mengalami kerusakan, atap tidak layak serta terdapat ruangan kelas yang menjadi satu dengan ruang Kepala Sekolah dan guru karena menghindari hal buruk menimpa anak-anak.
"Di SDN 2 Jatirenggo terdapat 4 kelas yang rusak dan 1 kelas tidak dapat digunakan karena kerusakan mencapai 80 persen. Pihaknya khawatir jika kondisi ini tidak segera ditangani akan berbahaya bagi anak-anak dan tenaga guru," urai Umu Fadhila, Kepala Sekolah SDN 2 Jatirenggo.
Kebijakan merdeka belajar sepertinya masih belum terwujud maksimal, pasalnya program ini adalah langkah pemerintah mentransformasikan pendidikan demi terwujudnya sumber daya manusia unggul dan Indonesia memiliki profil pelajar Pancasila. Namun bagaimana jika melihat kondisi seperti ini.
Kendati demikian anak-anak masih tetap bersemangat , mereka seakan tidak memperdulikan bahaya yang mengancam dirinya jika suatu saat kelas mereka mengalami ambruk. Belajar bagi mereka adalah yang utama begitu juga dengan semangat para guru di sekolah ini.
Ironisnya Sekolah ini telah memiliki Akreditasi A penilaian dari Pemerintah.
Baca Juga: UDD PMI Provinsi Bengkulu Gaet Pendonor Darah Kalangan Muda
Editor: Redaktur TVRINews
