Penulis: Joko Hermanto
TVRINews, Surabaya
Aksi Tolak TAPERA terus berlanjut di Daerah . Di Surabaya Jawa Timur ratusan buruh dari berbagai elemen di Jawa Timur kembali melakukan aksi unjuk rasa menolak TAPERA. Dalam tuntutannya para buruh menolak iuran TAPERA yang dinilai memberatkan rakyat.
Mereka melakukan aksi di depan Gedung Negara Grahadi dengan menutup sebagian Jalan Gubernur Suryo Surabaya menggunakan truk. Para buruh membentangkan poster dan spanduk berisi tuntutan penolakan pengesahan RUU TAPERA dengan berorasi di atas truk komando.
"Pemerintah hanya menunda dan belum benar-benar menarik Undang-undang tentang Tapera. Kami menilai Tapera tidak memberikan kepastian kepada peserta program ini untuk memiliki rumah. Pemerintah lepas tanggung jawab dengan tidak menyisihkan anggaran APBN untuk perumahan rakyat," kata Jazuli, Sekretaris FSPMI Jatim , Kamis 13 Juni 2024.
Aksi demonstrasi ini dimotori Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Tak kurang 500 orang dari berbagai daerah industri di Jawa Timur turun ke jalan.
Antara lain Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Tuban, Probolinggo dan Jember.
Menurut mereka TAPERA membebani biaya hidup buruh dan rakyat di tengah daya beli buruh yang turun 30 persen. Upah minimum yang sangat rendah akibat UU Cipta Kerja .
"Skema pembayaran TAPERA lewat pemotongan gaji bulanan sebesar 2,5 persen tidak realistis dan belum cukup untuk membeli rumah," tambah Jazuli.
Para buruh juga menilai TAPERA sama dengan investasi bodong yang memeras uang rakyat. Karena harga bentuk dan fisik rumahnya belum jelas. Bahkan dinilai tumpang tindih dengan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Program Perubahan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut para buruh kebijakan TAPERA dipandang memberatkan. Program TAPERA yang digulirkan melalui PP Nomor 21 Tahun 2024 menjadi bukti Pemerintah melepas tanggung jawab dalam menyediakan hunian terjangkau bagi rakyat.
Bagi kaum buruh TAPERA adalah tabungan yang memaksa dan bukan bersifat sukarela. Oleh karena itu para buruh menyerukan agar program TAPERA dicabut dan tidak dilaksanakan. Karena program yang dirancang untuk kesejahteraan rakyat ini malah menjadi beban baru bagi para buruh.
Massa aksi dari berbagai daerah kumpul di depan Mall Jl. Frontage A. Yani, Setelah itu aksi bergerak bersama melalui rute Jl. Wonokromo, Jl. Raya Darmo, Jl. Basuki Rahmat, Jl. Embong Malang, Jl. Baluran dan Jl. Pahlawan. Hingga Kamis sore aksi baru membubarkan diri.
Massa aksi selain menyuarakan penolakan TAPERA. Massa aksi demontrasi buruh juga menuntut tindak lanjut hasil audiensi pada saat peringatan hari buruh internasional (Mau Day) 2024
Editor: Redaktur TVRINews
