
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Cilegon
Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten di bawah jajaran Komando Armada (Koarmada) I bergerak cepat melaksanakan aksi penyelamatan dan evakuasi terhadap Anak Buah Kapal (ABK) KM. Inti Mariana 7 yang mengalami kebakaran hebat di perairan Selat Sunda, Kamis, 19 Februari 2026.
Aksi penyelamatan ini bermula saat Jaga Kodal Lanal Banten menerima informasi mengenai adanya kebakaran kapal pada pukul 08.45 WIB. Melalui pantauan kamera pengawas Surveillance Delivery System (SDS) Lanal Banten, terlihat kepulan asap hitam membumbung tinggi di laut. Menindaklanjuti hal tersebut, Komandan Lanal Banten segera memerintahkan unsur operasional, yaitu RBB Pulau Deli, untuk menuju lokasi kejadian guna melaksanakan evakuasi medis darurat.

KM. Inti Mariana 7 dengan bobot 114 GT yang mengangkut 31 orang ABK diketahui bertolak dari Muara Baru, Jakarta, menuju perairan Panaitan. Menurut keterangan Nakhoda, Mukriyanto (53), api pertama kali muncul dari ruang mesin. Meski seluruh ABK sempat berupaya memadamkan api menggunakan APAR, kobaran api justru semakin membesar karena menjalar ke arah tangki BBM, sehingga nakhoda menginstruksikan seluruh kru untuk menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut.
Dalam proses evakuasi yang dilakukan oleh tim TNI AL bersama kapal ikan lain yang melintas, tercatat total 31 ABK berhasil ditangani dengan rincian 28 orang dinyatakan selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 2 orang saat ini masih dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan.
Seluruh korban selamat segera dibawa ke Balai Pengobatan (BP) Lanal Banten untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Sementara itu, korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Panggung Rawi. Seluruh barang pribadi milik ABK dilaporkan ludes terbakar, dan hanya dokumen kapal yang berhasil diselamatkan oleh pihak nakhoda.
Lanal Banten telah berkoordinasi dan menyerahkan penanganan perkara serta tindak lanjut terkait ABK kepada Ditpolairud Polda Banten. Hingga saat ini, unsur TNI AL masih bersiaga dan terus melakukan penyisiran guna mencari dua korban yang belum ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Aksi cepat tanggap ini merupakan implementasi nyata dari perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar unsur TNI Angkatan Laut selalu sigap dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Editor: Redaksi TVRINews
