
Penulis: Heri Sukemi
TVRINews, Jombang
Ramadan 1447 Hijriah membawa berkah bagi pelaku usaha minyak wangi rumahan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Permintaan parfum berbahan dasar alami seperti akar gaharu dan kayu cendana meningkat tajam menjelang Lebaran, sehingga mendongkrak omzet para produsen.
Salah satunya dirasakan oleh Fachrur Rohman, produsen minyak wangi rumahan asal Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Jombang. Selama bulan Ramadan, ia tetap menjalankan proses produksi untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan dari berbagai daerah.
Proses pembuatan minyak wangi dimulai dari penyulingan bahan baku alami. Beberapa bahan utama yang digunakan antara lain kayu cendana dan kayu gaharu yang dikenal memiliki aroma khas serta kandungan minyak yang tinggi.
Dalam prosesnya, sekitar 20 kilogram bahan baku kayu pilihan dimasukkan ke dalam alat penyulingan. Proses pemanasan dengan air mendidih dilakukan secara bertahap hingga menghasilkan minyak wangi murni.
“Pembuatan dimulai dari pemilihan bahan baku yang memiliki kandungan minyak tinggi, Setelah itu, bahan dimasukkan ke dalam tangki penyulingan dan dipanaskan dengan air mendidih. Dari dua puluh kilo bahan baku, kami bisa menghasilkan 100-200 mili minyak dalam waktu tiga hari,” terangnya.
Selain menjual minyak wangi murni, Rohman juga memproduksi parfum campuran yang dipadukan dengan alkohol. Produk tersebut dibuat untuk menyesuaikan selera pasar yang beragam.
Menurutnya, permintaan minyak wangi meningkat signifikan menjelang Lebaran. Bahkan, pesanan yang diterima bisa melonjak hingga sekitar 300 persen dibandingkan hari biasa.
“Kami mengikuti permintaan pasar. Ada pelanggan yang menyukai minyak murni dan ada juga yang lebih suka minyak campuran alkohol. Peminatnya datang dari berbagai kota, mulai dari Surabaya, Semarang, hingga Jakarta. Untuk penjualan online, minyak spray menjadi favorit,” paparnya.
Produk minyak wangi rumahan dengan aroma cendana dan gaharu tersebut dipasarkan secara langsung melalui outlet miliknya, sekaligus dijual secara daring melalui berbagai platform media sosial.
Untuk harganya, minyak wangi spray ukuran kecil dijual mulai Rp15 ribu hingga Rp50 ribu per botol. Sementara minyak wangi murni dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi, yakni berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp300 ribu tergantung ukuran dan kualitas bahan.
Meningkatnya permintaan parfum selama Ramadan umumnya dipicu oleh tradisi masyarakat yang menggunakan minyak wangi saat beribadah serta menjadikannya sebagai hadiah bagi keluarga dan kerabat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Editor: Redaktur TVRINews
