
Penulis: Sugiarta
TVRINews, Denpasar
Sebanyak 13 kepala keluarga (KK) di Kota Denpasar yang terdampak bencana angin puting beliung pada Rabu, 21 Januari lalu, kini telah mendapatkan bantuan tempat tinggal sementara berupa kamar kos.
Selain itu, satu KK lainnya juga menerima bantuan pemenuhan kebutuhan dasar berupa peralatan memasak.
Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, IGA Laxmy Saraswati, mengatakan pemberian bantuan tersebut telah melalui proses verifikasi langsung ke rumah warga terdampak.
Dari hasil pendataan, sebanyak 13 KK dinilai membutuhkan tempat tinggal sementara karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk dihuni.
“Dari 13 KK itu, terdiri dari 31 jiwa secara keseluruhan yang juga memerlukan alat-alat masak seperti kompor dan alat masak. Kami mendapatkan informasi dari Kepala Lingkungan, yang mengatakan bahwa ada yang butuh dibantu, yakni Bu Murni ini. Karena memang rumahnya paling hancur," jelasnya.
Menurutnya, hunian sementara yang diberikan tidak berbentuk posko pengungsian. Melalui kebijakan Wali Kota Denpasar, para korban difasilitasi tinggal di rumah kos selama satu bulan.
Fasilitas ini diberikan sambil menunggu proses bantuan lanjutan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar untuk perbaikan rumah warga yang rusak.
Salah satu warga terdampak, Ni Nyoman Murni, mengungkapkan rumah miliknya yang berlokasi di Jalan Pakis Haji hingga kini masih mengalami kerusakan berat akibat terjangan angin puting beliung.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar atas bantuan tempat tinggal sementara yang diberikan.
“Saya sangat bersyukur karena keadaan saya pasca bencana ini langsung direspon. Kita juga sudah dicarikan tempat tinggal, kemudian diberikan alat masak,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Denpasar juga memberikan bantuan biaya sewa kos sebesar Rp1 juta per kamar bagi masing-masing KK terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga selama masa pemulihan pascabencana.
Sebagai informasi, angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah di Kota Denpasar pada 21 Januari lalu menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga, terutama pada bagian atap dan bangunan ringan.
Pemerintah Kota Denpasar bersama instansi terkait terus melakukan pendataan serta penanganan lanjutan untuk memastikan kebutuhan dasar dan proses pemulihan warga terdampak dapat berjalan optimal.
Editor: Redaktur TVRINews
