
Penulis: Eko Septianto Rasyim
TVRINews, Bangka Belitung
Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung menerapkan strategi "Satu Desa Satu Hektare" dengan memberdayakan peran Bhabinkamtibmas di setiap wilayah. Hal ini dilakukan untuk mengejar target luas tanam yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Biro SDM Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Rimsyahtono, menjelaskan bahwa target lahan tanam jagung di wilayah Bangka Belitung dipatok minimal 460 hektare hingga maksimal 700 hektare.
Hingga pertengahan Februari 2026, lahan yang telah berhasil disiapkan baru mencapai 229 hektare atau sekitar 50 persen dari total target yang diharapkan. Untuk itu, akselerasi perluasan lahan terus dilakukan.
“Polda Bangka Belitung mendapatkan target dari pusat minimal 460 hektare hingga maksimal 700 hektare. Untuk mencapai target tersebut, kami menerapkan strategi ‘Satu Desa Satu Hektare’. Strategi ini telah kami deklarasikan kembali kepada masing-masing Kapolsek untuk menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas menyiapkan satu desa satu hektare," ujar Kombes Pol Rimsyahtono saat diwawancarai tvrinews.com, Kamis, 11 Februari 2026.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, Rimsyahtono mengakui adanya sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan yang sesuai. Struktur tanah di Bangka Belitung tidak semuanya cocok untuk tanaman jagung, sehingga pencarian lahan mineral yang subur menjadi tantangan tersendiri.
Selain itu, upaya mengajak petani untuk beralih atau turut serta menanam jagung juga memerlukan pendekatan persuasif yang intensif dari para petugas di lapangan.
Editor: Redaktur TVRINews
