
Penulis: Octavian Dwi
TVRINews, Sukoharjo
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kepada pengemudi yang hendak melakukan perjalanan mudik lebaran, agar memastikan kesehatannya dalam kondisi fit.
“Kesehatan harus dipastikan aman, karena perjalanan jauh. Jadi kesehatan harus dilakukan pengecekan,” kata Taj Yasin dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 14 Maret 2026.
Ia juga menghimbau calon pemudik lainnya untuk senantiasa menjaga fisik dan menghindari kelelahan.

“Kondisi kesehatan pemudik harus dipastikan aman, karena menempuh perjalanan jauh. Bisa jadi fisik yang kelelahan akan mengalami penurunan energinya. Sehingga diperlukan pengecekan kesehatan,” lanjutnya.
Karenanya, Pemprov Jateng juga telah melakukan pengecekan kesehatan para pengemudi maupun kru bus di sejumlah terminal.
“Kita ingin memastikan bahwa mereka mengendarai dengan keadaan yang fit, sehat, dan punya kemampuan yang bagus. Sehingga semoga tidak ada kejadian luar biasa dalam perjalanan," lanjutnya.
Gus Yasin menegaskan, Pemprov Jateng berkomitmen untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi para pemudik. Menurutnya, Jateng sudah siap 100 persen menyambut pemudik, mulai dari fasilitas umum, termasuk kolaborasi dengan BUMN, PLN, dan Pertamina.
"Kalau datang ke Jawa Tengah Insya Allah tercukupi, nggak usah panik. Sebagaimana sudah diinstruksikan oleh Pak Gubernur bahwa kita harus menjadi tuan rumah yang baik untuk para pemudik," katanya.
Pengemudi bus PO Gunung Mulia, Via, mengaku senang dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan di Terminal Sukoharjo.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan akan membantunya untuk mengetahui kondisi kesehatan. Dalam kegiatan itu, Via sudah melakukan cek gula darah dan tensi. Hasilnya, tensi darah dalam batas normal. Namun, gula darah harus diturunkan.
Untuk mendukung layanan kesehatan di Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026, pemerintah telah menyiapkan sebanyak 369 rumah sakit, 883 puskesmas, empat Balkesmas, satu Balai Kesehatan PAK Provinsi, 430 klinik utama, serta 2.067 klinik pratama.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng siap menyambut kedatangan jutaan pemudik yang akan masuk di wilayahnya.
“Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” kata Luthfi.
Luthfi mengatakan, tingginya jumlah pemudik tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu simpul utama pergerakan mudik nasional.
Karenanya, posko mudik yang didirikan akan melibatkan organisasi perangkat daerah, kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Luthfi mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan mudik. Para pemudik diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan.
Pada momentum mudik ini, Pemprov Jateng juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi.
Editor: Redaksi TVRINews
