Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Kantor Staf Presiden Indonesia bekerjasama dengan PT Mercu BioTech Nusantara , Mercu Biotech meluncurkan proyek percontohan yang inovatif, yaitu Teknologi Mercu Tap System. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan produksi getah karet hingga tiga kali lipat dalam seminggu.
Kepala Staf Kepresidenan Indonesia, Moeldoko, bersama Ketua Muhammadiyah, mengunjungi lokasi proyek percontohan di Tulang Bawang Barat, Lampung, untuk melihat langsung penerapan teknologi tersebut.
Baca Juga: Forum Parlemen di WWF 2024 Inisiasi Kaukus Parlemen Guna Percepat Solusi Masalah Air
Di lokasi, Moeldoko dan Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menyaksikan demonstrasi penggunaan Mercu Tap System. Teknologi ini memungkinkan petani untuk menyadap karet dalam kondisi cuaca apapun, termasuk saat hujan, tanpa mengurangi kualitas getah yang dihasilkan. Dengan teknologi ini, produksi getah karet tidak hanya meningkat secara kuantitas tetapi juga kualitas, karena getah yang dihasilkan lebih banyak dan lebih bersih dibandingkan metode tradisional. Teknologi ini adalah sebuah terobosan yang sangat penting bagi industri karet nasional.
Moeldoko memastikan bahwa getah karet yang dihasilkan dari perkebunan yang menggunakan Teknologi Mercu Tap System akan terjual dengan harga yang kompetitif.
“Ini adalah langkah besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet.” Ujar Moeldoko.
“Kami telah mengembangkan teknologi ini selama 15 tahun dan kami yakin ini adalah solusi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani karet.” tambah CEO Mercu BioTech, Dato' Sri Haji Ahmad Sukimi.
Baca Juga: Mendagri Sebut Penanganan 'Water Management' Pengaruhi Sistem Politik
Mercu BioTech menyatakan siap untuk membeli hasil sadapan karet dengan harga yang lebih tinggi, memastikan keuntungan sepenuhnya untuk para petani. Dengan penerapan Teknologi Mercu Tap System, hasil penyadapan dapat berlipat ganda hingga tiga kali dibandingkan dengan penyadapan tradisional. Dalam dua minggu, penyadapan di lahan seluas satu hektar dapat menghasilkan hingga 500 kilogram getah karet, yang sebelumnya sulit dicapai dengan metode konvensional.
Para petani di Tulang Bawang Barat menyambut baik proyek percontohan ini. Mereka berharap teknologi ini tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga kesejahteraan mereka. Dengan penghasilan yang lebih besar, petani dapat menginvestasikan kembali keuntungan mereka untuk merawat dan mengembangkan kebun karet mereka. Proyek percontohan ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia. Teknologi Mercu Tap System membawa harapan baru bagi petani karet, menjadikan mereka lebih mandiri dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
Editor: Redaktur TVRINews
