
Krumpyung, Kesenian Musik Tradisional Asli Kulonprogo
Penulis: Jatmiko Hadi
TVRINews, Kulonprogo
Kabupaten Kulonprogo menyimpan berbagai jenis kesenian tradisional yang belum banyak dikenal secara luas, salah satunya adalah musik krumpyung. Kesenian ini merupakan sejenis karawitan dengan keunikan alat musik yang seluruhnya terbuat dari bambu.
Kelompok Kesenian Srawung Krumpyung asal Kapanewon Kokap, Kulonprogo, menampilkan kesenian krumpyung dalam acara pentas seni tradisi di Taman Budaya Kulonprogo. Sekilas, musik krumpyung tampak mirip dengan seni karawitan yang sering menggunakan gamelan. Namun, perbedaan utamanya adalah pada bahan pembuat alat musiknya. Jika gamelan dibuat dari logam, seluruh perangkat musik krumpyung dibuat dari bambu, termasuk saron, demung, dan bonang. Selain itu, instrumen tambahan seperti angklung dan kendang dari bambu juga digunakan untuk memperkaya bunyi yang dihasilkan.
Kesenian krumpyung diciptakan oleh seorang warga bernama Sumitra dari Dusun Tegiri 1, Desa Hargowilis, Kapanewon Kokap, pada tahun 1973. Musik krumpyung menghasilkan nada-nada khas pentatonis dengan tangga nada slendro, yang menghadirkan nuansa unik. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh 8-10 orang, dilengkapi dua penyanyi pria dan wanita. Selain membawakan tembang-tembang Jawa, krumpyung juga menyajikan lagu-lagu dolanan, campursari, bahkan lagu-lagu modern.
Sebagai kesenian tradisional asli Kulonprogo, keberadaan krumpyung menjadi kebanggaan lokal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan agar dapat terus memperkaya kekayaan budaya tradisional, tidak hanya di Kulonprogo tetapi juga di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Editor: Redaktur TVRINews
