
Yogyakarta Perkuat Upaya Pengendalian HIV, Targetkan Nol Kasus Baru di 2030
Penulis: Paulus Yesaya Jati
TVRINews, Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam menekan laju penyebaran virus HIV. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, angka kasus HIV cenderung meningkat setiap tahunnya, terutama dari hasil skrining di fasilitas kesehatan seperti puskesmas.
Menanggapi fenomena tersebut, pemerintah kota telah mengambil sejumlah langkah strategis, seperti menyediakan layanan skrining gratis bagi masyarakat, termasuk pendatang dari luar daerah, serta memberikan pengobatan antiretroviral (ARV) secara gratis kepada para pasien yang terdiagnosis HIV.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan, jika hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.425 kasus HIV di wilayah Kota Yogyakarta, dengan 337 kasus masuk dalam kategori AIDS.
”Dua wilayah kemantren dengan jumlah kasus tertinggi adalah Gedongtengen yaitu 376 kasus dan Tegalrejo ada sebnayak 200 kasus. Seluruh pasien tersebut kini menjalani pengobatan rutin dengan mengonsumsi ARV setiap hari, yang disediakan gratis oleh puskesmas,’’ ucapnya
Tak hanya itu, dalam kegiatan refleksi program pengendalian HIV dan AIDS, menegaskan bahwa penanganan sistematis sangat diperlukan agar target penghentian penyebaran HIV dapat tercapai pada tahun 2030.
”Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah strategi global 95-95-95, yaitu 95 persen orang dengan HIV mengetahui statusnya, 95 persen dari mereka telah mendapatkan terapi ARV, dan 95 persen dari yang menjalani terapi berhasil menekan virus hingga tingkat yang tidak terdeteksi,’’ kata dia
Pemerintah juga fokus pada pemutusan rantai penularan HIV di kantong-kantong populasi berisiko tinggi. Untuk itu, disediakan layanan skrining gratis bagi masyarakat luar daerah yang tinggal di kawasan berisiko.
Bagi individu yang belum terinfeksi namun berada dalam risiko tinggi, pemerintah memberikan layanan pencegahan berupa obat pre-exposure prophylaxis (PrEP). Konsumsi PrEP diwajibkan disertai dengan pemeriksaan rutin setiap tiga bulan guna memastikan mereka tetap negatif HIV.
“Sangat serius untuk dua wilayah, Gedongtengen dan Tegalrejo, menjadi fokus penanganan di Kota Yogyakarta. Hari ini di Gedongtengen sudah ditangani sekitar 376 kasus dan di Tegalrejo sebanyak 200 kasus. Semuanya telah mendapatkan terapi ARV secara gratis. Bagi mereka yang belum positif namun terpapar risiko, juga diberikan obat pencegahan PrEP,” ujar Hasto Wardoyo.
Di samping pengobatan dan pencegahan medis, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menggencarkan edukasi dan sosialisasi berbasis komunitas mengenai pentingnya seks yang aman, penggunaan alat kontrasepsi, serta penerapan gaya hidup sehat.
Dengan pendekatan menyeluruh ini, pemerintah optimistis dapat mewujudkan target pembangunan Sumber Daya Manusia yang sehat dan bebas HIV di tahun 2030.
Editor: Redaktur TVRINews
