
Cuaca Buruk, Penyeberangan Fast Boat Padang Bai–Lombok Berlaku Buka-Tutup
Penulis: Andi Husain
TVRINews, Karangasem
Aktivitas penyeberangan kapal cepat atau fast boat di Pelabuhan Padang Bai, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Jumat, 16 Januari 2026 diberlakukan sistem buka tutup menyusul cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Selat Lombok dalam beberapa hari terakhir.
Kebijakan tersebut diterapkan demi menjamin keselamatan pelayaran penumpang dan awak kapal.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padang Bai hanya mengizinkan operasional fast boat pada pagi hari. Sementara itu, aktivitas penyeberangan pada siang hingga sore hari kembali ditutup sementara karena kondisi gelombang laut yang cenderung memburuk.
Setelah sempat dihentikan akibat cuaca ekstrem, penyeberangan fast boat dari Pelabuhan Padang Bai menuju sejumlah destinasi wisata di Nusa Tenggara Barat, seperti Gili Trawangan, Gili Air, Senggigi, serta Pelabuhan Bangsal di Kabupaten Lombok Utara, kembali dibuka pada Jumat pagi.
Kebijakan serupa juga berlaku untuk rute sebaliknya dari Lombok menuju Bali. Sejumlah operator fast boat di Pelabuhan Padang Bai menyatakan bahwa operasional saat ini masih bersifat situasional dan sangat bergantung pada hasil pemantauan cuaca harian.
Pihak KSOP Padang Bai hanya memberikan izin berlayar setelah memastikan kondisi perairan relatif aman berdasarkan laporan cuaca dan hasil pengamatan lapangan.
“Biasanya kondisi gelombang di Selat Lombok akan meningkat pada siang hingga sore hari. Karena itu, penyeberangan hanya diizinkan pada pagi hari saat kondisi laut masih relatif tenang,” ujar salah satu operator fast boat di Padang Bai, I Kadek Suardika.
Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, ketinggian gelombang di perairan Selat Lombok bagian utara mencapai hingga 1,7 meter. Tinggi gelombang tersebut dinilai berisiko bagi kapal cepat yang memiliki karakteristik lambung ringan dan kecepatan tinggi.
BMKG sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi dan angin kencang di sejumlah perairan Bali dan Nusa Tenggara Barat, termasuk Selat Lombok, sebagai dampak dari pola cuaca ekstrem dan peningkatan aktivitas angin monsun.
Meski penyeberangan fast boat mengalami pembatasan, hingga saat ini aktivitas penyeberangan kapal feri di Dermaga Pelabuhan Padang Bai masih berjalan normal.
Kapal feri dinilai lebih mampu beroperasi dalam kondisi gelombang relatif tinggi karena ukuran dan stabilitas kapal yang lebih besar.
Pihak KSOP Padang Bai mengimbau masyarakat dan wisatawan yang hendak melakukan perjalanan laut agar selalu memantau informasi cuaca terkini, mengikuti arahan petugas pelabuhan, serta menyesuaikan jadwal perjalanan guna menghindari risiko keselamatan.
Editor: Redaktur TVRINews
