
Penyegelan SD di Kubutambahan Paksa Ratusan Siswa Belajar Siang
Penulis: Yoga Sariada
TVRINews, Buleleng
Penyegelan SD Negeri 4 Kubutambahan dan SD Negeri 5 Kubutambahan memaksa ratusan siswa sekolah dasar di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, mengikuti kegiatan belajar mengajar pada siang hari. Proses pembelajaran dialihkan ke sekolah lain akibat belum tercapainya kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dan pemilik lahan tempat sekolah berdiri.
Pantauan di lapangan menunjukkan, puluhan siswa SD Negeri 5 Kubutambahan mengikuti pembelajaran di SD Negeri 2 Kubutambahan. Para siswa datang diantar orang tua. Sejumlah siswa harus menempuh jarak lebih jauh dibandingkan sebelumnya. Jika biasanya berjalan kaki, kini orang tua terpaksa menggunakan kendaraan bermotor.
Meski lokasi belajar berpindah, semangat siswa tetap terlihat selama proses pembelajaran. Keterbatasan sarana menjadi kendala utama. Di beberapa kelas, sebagian siswa terpaksa duduk bertiga dalam satu bangku akibat kekurangan kursi. Kondisi tersebut terjadi karena perbedaan jumlah siswa antara sekolah asal dan sekolah yang digunakan sebagai tempat belajar sementara.
Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kecamatan Kubutambahan, Made Sudarma, menyampaikan bahwa siswa SD Negeri 4 Kubutambahan juga menjalani pembelajaran dengan meminjam ruang kelas di SD Negeri 3 Kubutambahan.
“Untuk sementara pembelajaran tetap kami upayakan berjalan, dan sekolah diminta menyesuaikan jam belajar agar siswa tidak pulang terlalu sore,” ujar Made Sudarma, Jumat, 23 Januari 2026.
Pemindahan lokasi belajar berdampak pada administrasi sekolah. Sejumlah dokumen penting, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan administrasi lainnya, masih tersimpan di ruang guru sekolah yang disegel. Hingga kini, dokumen tersebut belum dapat diambil karena adanya larangan membuka atau merusak segel.
Penyegelan sekolah terjadi akibat persoalan status lahan yang belum menemukan titik temu. Selama proses penyelesaian berlangsung, kegiatan belajar mengajar dialihkan ke sekolah terdekat agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi meski dalam keterbatasan.
Editor: Redaksi TVRINews
