
Penulis: Jimmy Mulyadi
TVRINews, Jembrana
Hujan lebat disertai angin kencang merusak sejumlah pelinggih di kawasan Pura Segara Pelabuhan, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 16.00 WITA. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan kerusakan pada beberapa bangunan utama tempat suci di kawasan pesisir tersebut.
Kerusakan terparah terjadi pada pelinggih Meru Tumpang Tiga. Atap dan struktur bangunan mengalami kerusakan cukup serius akibat terpaan angin kencang. Sejumlah bagian bangunan dilaporkan lepas dan roboh.
Selain Meru Tumpang Tiga, pelinggih Taksu dan pelinggih Pengelurah juga mengalami kerusakan. Beberapa bagian bangunan tampak roboh dan terkelupas, sehingga aktivitas persembahyangan untuk sementara dibatasi demi keselamatan umat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana melakukan asesmen awal di lokasi kejadian. Pendataan dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan secara menyeluruh sebagai dasar penentuan langkah penanganan dan perbaikan.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, menyampaikan koordinasi telah dilakukan bersama BPBD untuk pendataan awal bangunan yang terdampak. Hasil asesmen tersebut selanjutnya diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum untuk perhitungan nilai kerusakan dan pengajuan perbaikan.
“Kerusakan paling utama terjadi di area pelinggih, terutama Meru Tumpang Tiga, Taksu, dan Pengelurah. Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk melakukan pendataan awal dan selanjutnya akan diteruskan ke Dinas PU untuk perhitungan nilai kerusakan serta proses pengajuan perbaikan,” ujar Tony, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.
Peristiwa cuaca ekstrem ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Hingga Rabu malam, kondisi di sekitar lokasi terpantau kondusif dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Petugas BPBD bersama aparat kelurahan dan desa adat terus memantau perkembangan cuaca. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi cuaca buruk susulan, mengingat kawasan pesisir Gilimanuk rawan terdampak angin kencang dan hujan lebat saat masa pancaroba.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, di sekitar bangunan tua, dan kawasan pesisir guna menghindari risiko akibat cuaca ekstrem.
Editor: Redaktur TVRINews
