Penulis: Freddy Ladi
TVRINews, Sumba Barat Daya
Dalam masa-masa sulit pandemi COVID-19 yang melanda selama tahun 2019-2021, seorang ibu bernama Ester Wa'da Mali, yang lebih dikenal sebagai Mama Adi, memulai perjalanan bisnis yang luar biasa di perbatasan Kilo Tujuh Kecamatan Wewewa Timur. Mama Adi mengaku bahwa keadaan ekonomi yang sulit membuatnya harus berpikir keras untuk mencari nafkah dan membiayai pendidikan anak-anaknya.
Pada tahun 2019, Mama Adi memutuskan untuk memulai bisnis dengan menjual kelapa muda. Keputusan ini muncul karena banyak masyarakat yang mencari kelapa muda sebagai minuman yang dianggap dapat meningkatkan imunitas tubuh terhadap COVID-19. Ia memulai usahanya dengan berjualan kelapa muda di pinggiran hutan Watu Bolo, Desa Tema Tana.
Keberhasilan Mama Adi dalam menjual kelapa muda begitu besar hingga hampir semua persediaannya terjual setiap harinya. Hal ini mendorongnya untuk membangun lopo sederhana di lokasi tersebut, yang kini menjual berbagai jenis mie instan, telur masak, dan kopi Sumba. Kelapa muda tetap menjadi bagian penting dalam bisnisnya dan menjadi titik awal kesuksesan Mama Adi di kawasan hutan Watu Bolo.
"Saya mulai pertama sekali jual kelapa muda, saya kasih turun semua saya punya kelapa muda karena waktu tahun 2019 banyak yang tanya kelapa muda karena mereka bilang obat corona, sehingga saya jual apa lagi waktu itu susah sekali uang, babi juga mati karena virus sehingga sangat sulit sekali uang," urai Mama Adi dengan mata berkaca-kaca kepada TVRINews, Selasa, 12 September 2023.
Baca juga: Desa Nanga Labang Manggarai Timur Diresmikan Jadi Kampung Bebas Narkoba
Tidak hanya masyarakat umum yang datang ke tempat Mama Adi, tetapi juga para pelajar dari SMK setempat. Mereka sering singgah untuk istirahat sejenak dan menikmati hidangan seperti mie telur yang dijual dengan harga terjangkau.
Yulius Tamo Ama, seorang pelajar dari SMK Negeri 1 Wewewa Barat, mengakui bahwa makanan yang disediakan oleh Mama Adi sangat membantu mereka sebagai pelajar dengan anggaran terbatas.
Melsonsius Dejafan Ghunu, pelajar di SMK Negeri 2 Wewewa Barat, juga merasakan hal serupa. Dia menilai bahwa suasana alam yang tenang dan alami di lokasi Mama Adi membuat mereka senang untuk singgah setiap kali melewati kawasan hutan Watu Bolo.
"Ini tempat sangat bagus sekali, sejuk dan bikin berlama-lama disini," urai Melsonsius dan Yulius Tamo ama.
Mama Adi, dengan kesetiaannya, terus berjualan di Kawasan hutan Watu Bolo, Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur. Lapak Mama Adi telah menjadi tempat pertama yang ditemui oleh orang yang datang dari arah Elopada menuju Waikabubak. Kisah perjuangannya adalah inspirasi bagi banyak orang dalam menghadapi tantangan ekonomi selama pandemi COVID-19.
Editor: Rina Hapsari
